Pengaruh Inventory Invensity Terhadap Tax avoidance

Inventory intensity merupakan suatu pengukuran seberapa besar
persediaan yang di investasikan pada perusahaan. Dalam PSAK 14 tentang
persediaan, mengatur biaya yang timbul akibat kepemilikan persediaan yang tinggi
harus dikeluarkan dari biaya persediaan dan diakui pada biaya dalam periode
terjadinya biaya. Inventory intensity merupakan salah satu bagian aktiva yang
diproksikan dengan membandingkan total persediaan dengan total asset yang
dimiliki suatu perusahaan. Perusahaan yang memiliki persediaan di gudang akan
menyebabkan terbentuknya biaya pemeliharaan dan penyimpanan dari persediaan
tersebut mengakibatkan jumlah beban perusahan meningkat sehingga akan dapat
menurunkan laba perusahaan (Dewi & Noviari, 2017).
Dampak yang ditimbulkan dari persediaan yang besar seperti adanya biaya
pemeliharaan, biaya penyimpanan, dan biaya mendor tambahan, dll maka akan
mengurangi laba sehingga laba perusahaan akan relatif lebih rendah dan pajak pun
akan sesuai dengan situasi yang ada di dalam perusahan, berarti dalam hal ini biaya
tambahan yang timbul akibat persediaan yang tinggi tidak dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi pajak. Penelitian yang dilakukan oleh Anindyka et al., (2018)
menunjukkan bahwa inventory intensity berpengaruh negatif terhadap tax avoidance,
semakin tinggi inventory intensity maka semakin kecil tax avoidance dan sebaliknya.