Jenis-Jenis Promosi

Lima sarana promosi utama menurut Kotler dan Amstrong (2008:117)
adalah :
1. Periklanan (advertising)
Semua bentuk terbayar presentasi nonpribadi dan promosi ide, barang,
atau jasa dengan sponsor tertentu.Tujuan periklanan adalah tugas
komunikasi tertentu yang dicapai dengan pemirsa sasaran tertentu selama
periode waktu tertentu, Menurut Kotler dan Amstrong (2008:151).Tujuan
dari periklanan itu bisa di golongkan berdasarkan tujuan utama yaitu
menginformasikan, membujuk, atau mengingatkan. Periklanan yang
informatif sering digunakan ketika perusahaan mencoba untuk
memperkenalkan kategori produk baru. Dalam hal ini, tujuannya adalah
membangun permintaan utama. Beberapa periklanan persuasif atau
periklanan yang membujuk menjadi periklanan yang komparatif, dimana
perusahaan secara langsung atau tidak langsung membandingkan mereknya
dengan competitor.Dan yang terakhir, periklanan pengingat membantu
memelihara hubungan pelanggan dan membuat konsumen terus memikirkan
produk tersebut.
2. Promosi penjualan ( sales promotion )
Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan
produk atau jasa. Menurut Kotler dan Armstrong ( 2008:206 ) banyak sarana
yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan penjualan, yaitu:
2.1 Alat promosi konsumen
Meliputi sampel produk, kupon, pengembalian tunai, harga khusus,
premi, barang khusus iklan, undian, serta permainan.
2.2 Alat promosi dagang
Membujuk penjual perantara untuk menjual merek, memberikan
ruang rak, mempromosikan merek itu dalam iklan, dan pada akhirnya
menawarkannya kepada konsumen.Beberapa alat promosi dagang yang
biasanya di gunakan oleh produsen adalah kontes, diskon langsung dari
harga resmi, barang-barang gratis yang berupa kemasan ekstra yang
ditujukan kepada penjual perantara yang membeli kuantitas tertentu.
2.3 Alat promosi bisnis
Alat promosi penjualan yang digunakan untuk menghasilkan arahan
bisnis, mendorong pembelian, menghargai pelanggan, dan memotivasi
wiraniaga. Disini perusahaan memfokuskan diri pada dua alat tambahan
promosi bisnis utama yaitu konvensi dan pameran dagang.Perusahaan
yang menjual produk mereka memperlihatkan produk mereka di pameran
dagang.
3. Hubungan masyarakat (public relations)
Membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan untuk
mendapatkan publisitas yang diinginkan, membangun citra perusahaan yang
baik, dan menangani atau menghadapi rumor, berita,dan kejadian yang tidak
menyenangkan. Menurut Kotler dan Armstrong (2008:169) departemen
hubungan masyarakat bisa melaksanakan satu atau semua fungsi berikut :
3.1 Hubungan pers : menciptakan dan menempatkan informasi berharga
di media berita untuk menarik perhatian pada seseorang, produk atau
jasa
3.2 Publisitas produk : mempublikasikan produk tertentu
3.3 Kegiatan masyarakat : membangun dan mempertahankanhubungan
nasional dan komunitas lokal
3.4 Melobi : membangun dan mempertahankan hubungan dengan
pembuat peraturan
3.5 Hubungan investor : mempertahankan hubungan dengan pemegang
saham dan pihak lainnya dalam komunitas keuangan
3.6 Pengembangan : hubungan masyarakat dengan donor atau anggota
organisasi untuk mendapatkan dukungan financial.
4. Penjualan personal ( personal selling )
Presentasi pribadi oleh wiraniaga perusahaan untuk tujuan
menghasilkan penjualan dan membangun hubungan pelanggan.Penjualan
personal adalah salah satu profesi yang paling tua di dunia. Orang-orang
yang melakukan penjualan mendapat banyak sebutan yaitu wiraniaga,
manajer distrik, account executive, agen, konsultan penjualan, dll. Menurut
Kotler dan Armstrong (2008:182). Banyak perusahaan menggunakan
penjualan personal karena dapat berfungsi sebagai jembatan antara
perusahaan dan pelanggannya.Dalam banyak kasus, penjualan personal
mewakili dua majikan yaitu penjual dan pembeli.
5. Pemasaran langsung ( direct marketing)
Hubungan langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan
secaracermat untuk memperoleh respons segera dan membangun hubungan
pelanggan yang langgeng. Penggunaan surat langsung, telepon, televisi,
respons langsung, e-mail, Internet, dan sarana lain untuk berkomunikasi
secara langsung dengan konsumen tertentu. Menurut Kotler dan Armstrong
(2008:222) terdapat dua manfaat dari pemasaran langsung baik dari pihak
pembeli maupun pihak penjual. Bagi pembeli, pemasaran langsung bersifat
menyenangkan, mudah dan pribadi. Pembeli bisnis bisa belajar mengenai
produk dan jasa tanpa terikat waktu dengan siwiraniaga. Pemasaran
langsung bersifat interaktif dan segera, dimana pembeli dapat berinteraksi
dengan penjual melalui telepon atau di situs Web penjual untuk menciptakan
informasi yang tepat.Bagi penjual pemasaran langsung merupakan sarana
yang kuat untuk membangun hubungan pelanggan. Dengan menggunakan
database pemasaran, pemasar mampu untuk menargetkan kelompok
individual kecil dan mempromosikan produk mereka secara pribadi. Selain
itu pemasaran langsung juga menawarkan alternatif biaya yang rendah,
efisien dan cepat untuk menjangkau pasar dari si penjual.