Faktor Terjadinya WoM

1. Faktor Personal
Keterkaitan antara individu dengan individu atau kelompok dapat dilihat dari
kepribadianya. Komunikan dan komunikator melakukan komunikasi akan
memperhatikan lawan bicara satu sama dari sisi kepribadian dengan tujuan
mempengaruhi atraksi atau efek terjadinya komunikasi.
Menurut Rahmat (200: 112) kepribadian komunikator erat kaitanya terhadap tingkat
kepercayaan lawan bicaranya.
Ketika komunikator memiliki nilai yang dianggap positif yang dapat dipercaya oleh
komunikan, maka banyak faktor kepercayaan itu akan meningkat. Kepribadian
seseorang yang positif akan cenderung memiliki pengaruh positif terhadap orang
oranglain, begitu juga sebaliknya (Yulista Yera, 2012)
2. Faktor situasional
Faktor situasional memiliki keterkaitan pengaruh dalam menjalani proses
komunikasi personal maupun kelompok. Selain itu, komunikasi efektif akan
dipengaruhi juga oleh ketertarikan lawan bicara yang dapat dilihat dari daya tarik fisik
dan kedekatan. Menurut Rahmat 2002, Daya tarik fisik seseorang memiliki pengaruh
penting dalam menarik interaksi komunikasi. Seperti contoh, orang cantik atau tampan
akan lebih efektif dalam mempengaruhi pendapat orang lain. Namun, tidak selamanya
teori ini berlaku.
Menurut Thibault dan Kelley, Homas dan Lott mengatakan bahwa apabila pergaulan
atau pertemanan seseorang menyenangkan maka keberuntungan dari segi psikologis
atau ekonomis, kita akan saling menyenangi. Hal ini berkaitan dengan definisi
sebelumnya, bahwa kepribadian seseorang akan mempengaruhi komunikasi persuasif
tersebut sangat berpengaruh.
3. Komunikasi Antarpribadi
Menurut Devito, proses komunikasi dapat berjalanefektif ketika komunikasi dengan
cara melihat dari sisi kemanusiaan dan sisi pragmatis (Riswandi,2009:82). Sikap
memanusiakan manusia dalam berkomunikasi dapat dilihat dari segi empati, saling
menyemangati, memberi pengaruh positif, sedangakan sisi pragmatis dapat dilihat dari
sisi seseorang memiliki keyakinan, kebersamaa, interaksi dan ekspresif yang baik pada
orang lain.