Menurut Kotler dalam Sunarto (2018:37) mengungkapkan keputusan
untuk membeli yang diambil oleh konsumen itu merupakan kumpulan dari
sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur yang
terdiri dari beberapa komponen, antara lain:
a Keputusan tentang jenis produk.
b Keputusan tentang bentuk produk.
c Keputusan tentang merek, merek mana yang akan dipilih konsumen untuk
dibeli.
d Keputusan tentang penjualnya, produk tersebut dibeli dimana dan pada toko
apa.
e Keputusan tentang jumlah produk, banyaknya produk yang akan dibeli.
f Keputusan tentang waktu pembelian.
g Keputusan tentang cara pembayaran.
Selanjutnya menurut Kotler dalam Sunarto (2018:37) mengungkapkan
bahwa terdapat dua faktor yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan
pembelian, yaitu:
a. Sikap orang lain. Sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang
disukai seseorang, pengurangan alternatif tersebut akan bergantung kepada dua
hal yaitu;
1) Intensitas sikap negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai
konsumen.
2) Motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain. Semaking gencar
sikap negatif orang lain akan semakin besar pula konsumen akan
mengubah niat pembeliannya. Sebaiknya preferensi seorang pembeli
terhadap suatu merek akan meningkat jika seseorang yang ia sukai juga
sangat menyukai merek yang sama
b. Situasi yang tidak terantisipasi. Situasi yang tidak terantisipasi yang
dapatmuncul dan mengubah niat pembelian, keputusan konsumen untuk
memodifikasi, menunda atau menghindari suatu keputusan pembelian sangat
dipengaruhi oleh resiko yang dirasakan. Bersama resiko yang dirasakan
berbeda-beda menurut besarnya uang yang dipertaruhkan besarnya ketidak
pastian atribut dan besarnya kepercayaan diri konsumen. Untuk mengurangi
resiko-resiko itu, maka konsumen mengembangkan rutinitas tertentu seperti
penghindaran keputusan, pengumpulan informasi dari teman-teman dan
preferensi atas merek dalam negeri dan garansi.
