Keputusan pembelian adalah keputusan konsumen mengenai preferensi
atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan (Kotler dan Keller,
2009:240). Keputusan pembelian adalah tahap dimana pembeli telah menentukan
pilihannya dan melakukan pembelian produk, serta mengkonsumsinya (Suharno,
2010: 96). Keputusan pembelian (purchase decision) konsumen adalah tindakan
dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk (Kotler P. d.,
2016). proses pembelian
konsumen melalui lima tahap: Pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi
alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Jelaslah bahwa
proses pembelian dimulai jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan memiliki
dampak yang lama setelah itu.
Secara umum konsumen memiliki 5 (lima) tahap untuk mencapai suatu
keputusan pembelian dan hasilnya yaitu (Kotler P. d., 2016):
1. Tahapan Pengenalan Masalah. Pada tahap ini konsumen mengenali sebuah
kebutuhan, keinginan atau masalah. Kebutuhan pada dasarnya dapat di
cetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Perusahaan harus
menentukan kebutuhan, keinginan atau masalah mana yang mendorong
konsumen memulai proses membeli suatu produk.
2. Tahapan Pencarian Informasi. Konsumen yang terangsang kebutuhannya
akan terdorong untuk mencari informasi- informasi yang lebih banyak.
Sumber-sumber informasi konsumen terbagi dalam 4 (empat) kelompok
yaitu:
a. Sumber Pribadi. Sumber Pribadi ini di dapat konsumen melalui
keluarga, teman, dan kenalan atau tetangga.
b. Sumber Komersial. Sumber Komersial ini di dapat konsumen
melalui iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko.
c. Sumber Publik. Sumber Publik ini di dapat konsumen melalui media
masa, organisasi penentu peringkat konsumen atau lembaga
konsumen.
d. Sumber Pengalaman. Sumber Pengalaman ini di dapat konsumen
melalui penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.
3. Tahapan Evaluasi Alternatif atau Pilihan. Setelah mengumpulkan
informasi sebuah merek, konsumen akan melakukan evaluasi alternatif
terhadap beberapa merek yang menghasilkan produk yang sama dan
bagaimana konsumen memilih di antara produk-produk alternatif.
4. Tahapan Keputusan Pembelian. Konsumen akan mengembangkan sebuah
keyakinan atas merek dan tentang posisi tiap merek berdasarkan masingmasing atribut yang berujung pada pembentukan citra produk. Selain itu,
pada evaluasi alternatif konsumen juga membentuk sebuah prefensi atas
produk-produk yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen juga akan
membentuk niat untuk membeli merek yang paling di sukai dan berujung
pada keputusan pembelian.
5. Tahapan Perilaku Pasca Pembelian. Tugas perusahaan pada dasarnya tidak
hanya berakhir setelah konsumen membeli produk yang di hasilkan saja,
tetapi yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah meneliti dan memonitor
apakah konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan
setelah menggunakan produk yang akan dibeli. Tugas tersebut merupakan
tugas akhir setelah periode sesudah pembelian.
Keputusan pembelian adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif
pilihan keputusan pembelian. Artinya bahwa seseorang dapat membuat
keputusan, haruslah tersedia beberapa alternatif pilihan.
Keputusan untuk membeli dapat mengarah kepada bagaimana proses
dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan (Schiffman dan Kanuk,
2008). Bentuk proses pengambilan keputusan tersebut dapat digolongkan
sebagai berikut:
1. Fully Planned Purchase, dimana baik produk dan merek sudah dipilih
sebelumnya. Biasanya terjadi ketika ada keterlibatan dengan produk
tinggi (barang otomotif), namunbisa juga terjadi dengan keterlibatan
pembelian yang rendah (barang kebutuhan rumah tangga)
2. Partially Planned Purchase, dimana konsumen bermaksud untuk
membeli produk yang sudah ada tetapi pemilihan merek ditunda sampai
saat pembelajaran. Keputusan akhir dapat dipengaruhi oleh diskon harga
atau display produk
3. Unplanned Purchase, dimana produk ataupun merek dipilih pada saat
berada di tempat pembelian. Konsumen sering memanfaatkan katalog
dan produk pajangan sebagai pengganti daftar belanja. Dengan kata lain,
sebuah pajangan dapat mengingatkan seseorang akan kebutuhan dan
memicu pembelian.
Keputusan pembelian antara satu konsumen dengan yang lainnya berbeda–
beda, karena kebutuhan dan selera konsumen yang berbeda, menurut (Schifman
dan Kanuk, 2008: 485 ) keputusan pembelian adalah seleksi terhadap dua pilihan
alternatif atau lebih. Konsumen sebelum memutuskan untuk membeli suatu
produk pasti memiliki alternatif untuk menjadi pertimbangan.
Terdapat indikator dari keputusan pembelian, yaitu: (kotler:2007:222).
(1) Kemantapan pada sebuah produk adalah kualitas produk yang sangat baik
akan membangun kepercayaan konsumen sehingga merupakan penunjang
kepuasan konsumen.
(2) Kebiasaan dalam membeli produk. Kebiasaan adalah pengulangan sesuatu
secara terus-menerus dalam melakukan pembelian produk yang sama.
(3) Memberikan rekomendasi kepada orang lain adalah memberikan kepada
seseorang atau lebih bahwa sesuatu yang dapat dipercaya, dapat juga
merekomendasikan diartikan sebagai menyarankan, mengajak untuk
bergabung, menganjurkan suatu bentuk perintah.
(4) Melakukan pembelian ulang
Pengertian pembelian ulang adalah individu melakukan pembelian produk
atau jasa dan menentukan un tuk membeli lagi, maka pembelian kedua dan
selanjutnya disebut pembelian ulang.
