Pemasaran Jasa

Perbedaan antara barang dan jasa seringkali sukar dilakukan. Hal ini karena
pembelian suatu barang seringkali disertai dengan jasa-jasa tertentu, dan sebaliknya
pembelian suatu jasa seringkali melibatkan barang-barang yang melengkapinya. Setiap
pembelian barang selalu bersamaan dengan jasa atau layanan-layanan tertentu, begitu pula
sebaliknya dengan pembelian jasa yang selalu melibatkan barang-barang tertentu untuk
melengkapinya.
Pengertian jasa menurut Kotler dan Keller (2016:386) yang mengemukakan
mengenai pengertian daari jasa “A service is act or performance that one party can offer to
another that is essentially intangible does not result in the ownership of anything, its
production may or may not be tird to a physical product”. Artinya jasa atau layanan adalah
semua tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada pihak lain yang pada
intinya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat atau
tidak terkait dengan produk fisik.
Fandy Tjiptono (2016:4) mendefinisikan:
“Pelayanan (service) bisa dipandang sebagai sebuah sistem yang terdiri atas dua
komponen utama, yaitu service, operations yang kerap kali tidak tampak atau tidak
diketahui keberadaannya oleh pelanggan (back office atau backstage) dan service
delivery yang biasanya tampak (visible) atau diketahui pelanggan (front office atau
frontstage)”.
Wirtz dan Lovelock (2016:6) mengemukakan bahwa jasa adalah
“service are economic activities performed by one party to another. Often time-based,
these performances bring about desired results to recipients, objects, or other assets. In
exchange of money, time, and effort, service customers expect value from access to
labor, skills, expertise, goods, facilities, networks, and systems”.
Berdasarkan beberapa definisi jasa yang dipaparkan di atas penulis sampai pada
pemahaman bahwa jasa merupakan suatu proses tindakan yang diwujudkan melalui kerja
suatu pihak kepada pihak lain namun tidak menyebabkan terjadinya pemindahan kepemilikan
karena kegiatan transaksinya dilakukan secara langsung dan hanya dapat dirasakan karena
tidak berwujud (intangible).