Menurut Peter & Olson (2010:160) dalam Rara Anggun Tias (2013:30),
“Consumer purchase decision making is the process ofintegrating that combines the
knowledge to evaluate two or more alternative behavior and choose one of them”.
Pengambilan keputusan pembelian konsumen adalah proses integrase yang
menggabungkan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternative
dan memilih salah satunya.
Menurut Suki N. M (2013) dalam Hussain, Khokhar, & Asad (2014:11),
“Consumer purchasing decision is influence by different factors price, brand image,
impact of product on environment and customer attachment”. Keputusan pembelian
konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor harga, citra merek, dampak produk
terhadap lingkungan dan keterikatan pelanggan.
Menurut Kotler dan Keller (2012:170), Keputusam pembelian merupakan
keputusan meneruskan atau tidak meneruskan pembelian yang sebelumnya dilalui
dengan tahapan problem recognition, information search, dan evaluation of
alternatives.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2004:547) dalam Raeni Dwi Santy
(2018:5), Keputusan Pembelian adalah Pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan
keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah
tersedia beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah
kepada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa keputusan
pembelian adalah keputusan seseorang yang dapat diukur dengan berbagai komponen
yaitu keputusan tentang jenis produk, tentang bentuk produk, tentang merek, dan
seringkali ada dua pihak atau lebih yang terlibat dalam keputusan pembelian tersebut.
