Signalling Theory

Menurut Brigham & Houston (2011), Sinyal adalah suatu tindakan yang
diambil manajemen perusahaan untuk memberi petunjuk kepada investor
mengenai bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan pada masa
mendatang. Perusahaan memberikan informasi tentang apa yang dilakukan
manajemen untuk memenuhi keinginan pemilik. Pentingnya informasi yang
dikeluarkan oleh perusahaan berberdampak terhadap keputusan investasi bagi
pihak luar. Teori sinyal pada manajemen perusahaan berkaitan dengan
penyampaian informasi sinyal yang positif dan negatif. Perusahaan secara
sukarela menyampaikan informasi tentang perusahaan ke pasar modal untuk
mengurangi informasi (Wijaya, 2015).
27
Menurut Rachmansyah dan Idayati, 2017 teori sinyal menjelaskan tentang
perusahaan memiliki dorongan untuk mengungkapkan informasi kepada pihak
luar. Dorongan perusahaan memberikan pengetahuan yang dimiliki oleh
perusahaan karena lebih mengetahui tentang prospek pada masa mendatang
dibandingkan pihak luar. Maka dari itu, manajer berkewajiban dalam memberikan
sinyal sebagai petunjuk mengenai kondisi perusahaan kepada stakeholder. Teori
sinyal adalah satu cara untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang diterapkan
manajer dengan cara memberikan sebuah informasi kepada investor tentang
perusahaan, sehingga berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan peningkatan
nilai perusahaan dengan menyajikan keterangan, catatan baik pada masa lalu dan
masa depan untuk keberlangsungan hidup. Investor membutuhkan informasi yang
secara lengkap, relevan, akurat serta tepat waktu di pasar modal sebagai alat
analisis untuk pengambilan keputusan investasi sehingga informasi menjadi unsur
terpenting bagi investor maupun pelaku bisnis.
Prospek dalam perusahaan yang menguntungkan akan meyakini investor
untuk memberikan laba perusahaan tinggi, sehingga investor merespon dan harga
saham pun meningkat yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Perusahaan
yang berkualitas baik, maka memberikan sinyal kepada pasar, dan pasar berharap
dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik dan buruk. Menjelaskan
hubungan antara teori sinyal dengan nilai perusahaan, pada nilai perusahaan yang
baik menjadi signal positif dan sebaliknya nilai perusahaan yang buruk menjadi
signal negatif. Maka dari itu, teori sinyal menjelaskan kepentingan informasi yang
dikeluarkan oleh perusahaan berupa laporan tahunan dalam akuntansi yang
berkaitan dengan laporan keuangan dan non-keuangan yang tidak ada berkaitan
pada laporan keuangan. Pihak luar melihat informasi non keuangan berupa board
diversity tentang keragaman pengurus berkaitan dengan jumlah wanita, jumlah
pengurus latar belakang pendidikan, jumlah pengurus kebangsaan dan jumlah
pengurus independen perusahaan yang dianggap penting dan mengakibatkan
direspon sinyal perusahaan oleh pihak luar.