Kecepatan penyebaran inovasi keseluruh pasar tergantung pada banyaknya
komunikasi antara pemasar dan konsumen, maupun komunikasi antara konsumen
(Schiffman dan Kanuk, 2010). Rogers dalam Mardikanto (1988) menyatakan
bahwa saluran komunikasi sebagai sesuatu melalui mana pesan dapat disampaikan
dari sumber kepada penerimanya. Saluran komunikasi dapat dibedakan menjadi
saluran interpersonal dan media massa. Cangara (2009) menyebutkan, saluran
komunikasi antar pribadi ialah saluran yang melibatkan dua orang atau lebih
secara tatap muka.
Mardikanto (1988) menyebutkan bahwa saluran antar pribadi merupakan
segala bentuk hubungan atau perukaran pesan antar dua orang atau lebih secara
langsung tatap muka, dengan atau tanpa alat bantu yang memungkinkan semua
pihak yang berkomunikasi dapat memberikan respons atau umpan balik secara
langsung.
Rogers (1983) mendefinisikan, saluran media massa adalah alat-alat
penyampai pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam
jumlah besar yang dapat menembus batasan waktu dan ruang. Misalnya radio,
televisi, film, surat kabar, buku, dan sebagainya.
Sumber dan saluran komunikasi memberi rangsangan informasi kepada
seseorang selama proses keputusan inovasi berlangsung. Seseorang pertama kali
mengenal dan mengetahui inovasi terutama dari saluran media massa. Pada tahap
persuasi, seseorang membentuk persepsinya terhadap inovasi dari saluran yang
lebih dekat dan antar pribadi. Seseorang yang telah memutuskan untuk menerima
inovasi pada tahap keputusan ada kemungkinan untuk meneruskan atau
menghentikan penggunaannya (Hanafi, 1987).
Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sejak lahir
dan selama proses kehidupannya. Tindakan komunikasi dapat terjadi dalam
berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang bersifat individu,
diantara dua orang atau lebih, kelompok, keluarga, dan organisasi. Menurut
Rogers dan Kincaid (1981) bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana
partisipan membuat dan berbagi informasi satu sama lain dalam upaya mencapai
saling pengertian.
Djuarsa (2005) menjelaskan bahwa komunikasi memiliki beberapa
karakteristik yaitu komunikasi sebagai suatu proses, komunikasi sebagai upaya
yang disengaja serta mempunyai tujuan, komunikasi menuntut adanya partisipasi
dan kejasama dari pelaku yang terlibat, komunikasi bersifat simbolis, komunikasi
bersifat transaksional dan komunikasi menembus faktor ruang dan waktu.
