Semua produk tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk di
diterima oleh konsumen, beberapa produk bisa menjadi populer hanya dalam
waktu satu malam sedangkan yang lainnya memerlukan waktu yang sangat
panjang untuk di terima atau bahkan tidak pernah diterima secara luas oleh
konsumen. Karakteristik Produk menentukan kecepatan terjadinya proses adopsi
inovasi ditingkat petani sebagai pengguna teknologi pertanian. Dalam kecepatan
proses adopsi inovasi ditentukan oleh beberapa faktor seperti: saluran komunikasi,
ciri ciri sistem sosial, kegiatan promosi dan peran komunikator. Menurut
Schiffman dan Kanuk (2010), ada lima karakteristik produk tersebut yang dapat
digunakan sebagai indikator dalam mengukur persepsi antara lain:
1. Keuntungan relatif (relative advantages), adalah merupakan tingkatan
dimana suatu ide dianggap suatu yang lebih baik dari pada ide-ide yang
ada sebelumnya, dan secara ekonomis menguntungkan.
2. Kesesuaian (compability), adalah sejauh mana masa lalu suatu inovasi
dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang ada, pengalaman masa lalu,
dan kebutuhan adopter (penerima). Oleh karena itu inovasi yang tidak
kompatibel dengan ciri-ciri sistem sosial yang menonjol akan tidak
diadopsi secepat ide yang kompatibel.
3. Kerumitan (complexity), adalah suatu tingkatan dimana suatu inovasi
dianggap relatif sulit dimengerti dan digunakan. Kesulitan untuk
dimengerti dan digunakan, akan merupakan hambatan bagi proses
kecepatan adopsi inovasi.
4. Kemungkinan untuk dicoba (trialibility), adalah suatu tingkat dimana
suatu inovasi dalam skala kecil. Ide baru yang dapat dicoba dalam skala
kecil biasanya diadopsi lebih cepat daripada inovasi yang tidak dapat
dicoba lebih dahulu.
5. Mudah diamati (observability), adalah suatu tingkat hasil-hasil suatu
inovasi dapat dengan mudah dilihat sebagai keuntungan teknis ekonomis,
sehingga mempercepat proses adopsi. Calon-calon pengadopsi lainnya
tidak perlu lagi menjalani tahap percobaan, dapat terus ke tahap adopsi.
