Perceived Value

Pemasar harus berupaya memahami kebutuhan, keinginan dan
permintan pasar sasaran. Kebutuhan dan keingnan akan menjadi permintaan
bila didukung oleh kemampuan melakukan pembelian . Agar pembelian
terhadap suatu produk bisa memuaskan, produk yang ditawarkan harus
mampu memberikan manfaat yang bernilau bagi pelanggan . Konsumen
akan memilih tawaran yang dianggap memberikan nilai yang paling banyak
Perceived value atau nilai yang dirasakan adalah selisih antara
evaluasi calon pelanggan atas semua manfaat serta semua biaya tawaran
tertentu dan alternatif-alternatif lain yang dipikirkan (Kotler dan Keller
2009). Perceived value merupakan keuntungan Menurut Joseph, Chiao dan
Tai., dalam Hermawan Tan (2019) perceived value merupakan bagian dari
model indeks kepuasan konsumen dan salah satu faktor dari kepuasan
konsumen secara keseluruhan. Menurut Kotler dalam Christine R.(2018 :
332) nilai yang dirasakan pelanggan adalah perbedaan antara perspektif
evaluasi pelanggan dari semua manfaat dan semua biaya penawaran dan
alternatif yang dirasakan. Dan ahli yang lain juga mengidefinisikan bahwa
menurut McDougall dan Levesque dalam Stefanus Heri ( 2015 : 159 ) Nilai
yang dirasakan (perceived value) merupakan akibat atau
keuntungan-keuntungan yang di terima pelanggan dalam kaitanya dengan
total biaya (termasuk didalamnya adalah harga yang dibeyarkan ditambah
biaya lain terkait dengan pembelian) adalah perbedaan antara manfaat-
manfaat yang diterima dengan biaya-biaya yang dikeluarkan
Slater and Narver ( 2013 : 2 ) nilai pelanggan adalah hasil yang di
peroleh konsumen dengan manfaat lebih dari produk atau jasa yang di
tawarkan pada daur hidup biaya pelanggan