Pengertian Kepuasan Kerja

Setiap orang yang melakukan sesuatu (bekerja) berharap
memperoleh kepuasan. Kepuasan merupakan hal yang bersifat subjektif,
bergantung pada bagaimana individu memandang kepuasan tersebut.
Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda. Kepuasan
kerja merupakan keadaan emosional yang meyenangkan atau tidak
menyenangka di mana para karyawan memandang pekerjaannya (Yusuf,
2015: 279).
Sedangkan menurut (Robbins 2003: 78) kepuasan kerja adalah sikap
umum terhadap pekerjaan seseorang, yang menunjukkan perbedaan antara
jumlah penghargaan yang diterima pekerja dan jumlah yang mereka yakini
seharusnya mereka terima. Rivai dan Mulyadi (2012: 246)
mendeskripsikan kepuasan kerja sebagai penilaian dari pekerja tentang
seberapa jauh pekerjaan secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya.
Kepuasan kerja juga adalah sikap umum yang merupakan hasil dari
beberapa sikap khusus terhadap faktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri
dan hubungan sosial individu di luar kerja.
Menurut Smith (seperti dikutip Astuti 2010: 46), ada tiga dimensi
utama dimana akan memberikan respon terhadap kepuasan kerja, yaitu:
(1) Individu, kepuasan kerja dipengaruhi oleh usia; jenis kelamin;
pengalaman dan sebagainya; (2) Pekerjaan, kepuasan kerja dipengaruhi
oleh otonomi pekerja; kreatifitas yang beragam identitas tugas; keberartian
tugas (task significancy); rekan kerja; gaji; dan kesempatan promosi serta
pekerjaan tertentu yang bermakna dalam organisasi dan lain lain; (3)
Organisasional, kepuasan kerja dipengaruhi oleh skala usaha;
kompleksitas organisasi; formalisasi sentralisasi; jumlah anggota
kelompok; lamanya beroperasi; usia kelompok kerja; kepemimpinan