Kata novel berasal dari bahasa Latin novellus. Kata novellus dibentuk dari
kata novus yang berarti baru atau new dalam bahasa Inggris. Dikatakan baru
karena bentuk novel adalah bentuk karya sastra yang datang kemudian dari bentuk
karya sastra lainnya, yaitu puisi dan drama (Priyatni, 2012: 124). Selanjutnya
menurut Ahyar (2019: 148) novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang
berbentuk prosa yang memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kata novel berasal
dari bahasa Italia yaitu “novella” yang berarti sebuah kisah atau cerita. Sebuah
novel biasanya menceritakan atau menggambarkan tentang kehidupan manusia
yang berinteraksi dengan lingkungan dan juga sesamanya. Di dalam sebuah novel,
biasanya pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan arahan
kepada pembaca untuk mengetahui pesan tersembunyi seperti gambaran realita
kehidupan melalui sebuah cerita yang terkandung di dalam novel tersebut.
Kata novel dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V berarti
karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang
dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.
Novel adalah cerita rekaan berbentuk prosa cukup panjang digambarkan dalam
satu plot yang kompleks, sehingga membutuhkan waktu yang relatif panjang
untuk membacanya. Novel mampu menghadirkan beberapa situasi sosial secara
utuh dalam cerita yang kompleks. Bentuknya yang panjang terurai juga
membedakan pemaparan novel dari cerpen yang padat terkonnsentrasi (Suhita dan
Purwahida, 2018: 41).
