Pengalaman merupakan suatu proses pembelajaran dan
pertambahan perkembangan potensi bertingkah laku baik dari
pendidikan formal maupun non formal atau bisa diartikan sebagai
suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku
yang lebih tinggi (Tahar, 2012).
Pengalaman kerja menunjukkan suatu kemampuan tau
keterampilan yang dimiliki seseorang. Seseorang yang sudah memiliki
pengalaman kerja pasti akan lebih mudah untuk memahami suatu
pekerjaan yang serupa daripada orang yang belum memiliki
pengalaman. Pengalaman kerja menurut pendapat Alwi (2001 : 717)
“Masa kerja atau pengalaman kerja adalah Jangka waktu atau lamanya
seseorang bekerja pada suatu instansi, kantor atau sebagainya”.
Banyak perusahaan yang dalam perekrutan tenaga kerjanya dipilih
yang sudah mempunyai pengalaman kerja, karena pengalaman kerja
seseorang dianggap sebagai salah satu kualitas tenaga kerja, sehingga
tenaga kerja yang berpengalaman sangat dibutuhkan dalam dunia
usaha. Banyaknya pengalaman kerja seseorang ditentukan oleh masa
kerja atau lamanya seseorang itu bekerja (Basuki, 2009).
Menurut JL Wetik (1983:55) dalam Kusumadewi (2004) ada
sifat yang membedakan antara pekerja yang berpengalaman dengan
yang tidak berpengalaman adalah sebagai berikut :
a. Menunjukkan gerak yang lancar dan mantap;
b. Mempunyai irama gerak;
c. Lebih cepat menanggapi;
d. Dapat menduga kemungkinan timbulnya kesulitan dan untuk
mengatasinya;
e. Melakukan tugas tanpa perlu memaksakan perhatian dan karenanya
kelihatan lebih tenang.
Dari uraian beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
pengalaman kerja adalah tingkat penguasaan pengetahuan serta
keterampilan seseorang yang dapat diukur dari masa kerja seorang.
Sehingga semakin lama seseorang bekerja semakin bertambah
pengalamannya terhadap pekerjaannya. Dengan banyaknya
pengalaman kerja yang dimiliki seseorang pekerja maka orang tersebut
akan lebih menguasai pekerjaannya, sehingga dapat menyelesaikan
pekerjaannya dengan baik ini berarti orang tersebut mempunyai
efektifitas kerja baik (Basuki, 2009).
Oleh karena itu pengalaman seseorang akan mempengaruhi hasil
kinerjannya, pernyataan ini di dukung oleh penelitian Srini Poerwati
(2003) dalam Ulfa (2011) menyatakan bahwa pengalaman kerja
berpengaruh positif terhadap kinerja, juga didukung oleh Alex S.
Nitisemito (1992:59) dalam Kusumadewi (2004) dengan pengalaman
kerja yang banyak berarti keahliannya juga cukup tinggi atau dengan
pengalaman yang cukup panjang dan cukup banyak maka dapat
diharapkan mereka akan mempunyai kemampuan yang lebih besar
daripada yang tanpa pengalaman
