Pria metroseksual adalah women-oriented men (Kartajaya dkk., 2004). Secara
lebih jauh pria metroseksual dideskripsikan sebagai laki-laki yang cinta setengah mati
tak hanya terhadap dirinya, tetapi juga gaya hidup kota besar yang dijalaninya
(Simpson dalam Kartajaya dkk., 2004).
Pria metroseksual juga digambarkan sebagai sosok yang normal atau straight,
sensitive dan terdidik, hanya saja mereka lebih mengedepankan sisi feminin yang
mereka miliki (Jones, dalam Hudiandy, 2006)
Beberapa ciri pria metroseksual dikemukakan oleh Kartajaya dkk. (2004),
yaitu:
1. Pada umumnya hidup dan tinggal di kota besar di mana hal ini tentu saja
berkaitan dengan kesempatan akses informasi, pergaulan dan gaya hidup yang
dijalani dan secara jelas akan mempengaruhi keberadaan mereka.
2. Berasal dari kalangan berada dan memiliki banyak uang karena banyaknya
materi yang dibutuhkan sebagai penunjang gaya hidup yang dijalani.
3. Memiliki gaya hidup urban dan hedonis.
4. Secara intens mengikuti perkembangan fesyen di majalah-majalah mode pria
agar dapat mengetahui perkembangan fesyen terakhir yang mudah diikuti, dan
Umumnya memiliki penampilan yang klimis, dandy dan sangat memperhatikan
penampilan serta perawatan tubuh.
Dikutip dari penelitian sebelumnya, Hudiandy (2006) menyatakan bahwa ada
beberapa definisi lain tentang Metroseksual:
1. Menurut rubrik Fashion & style di New York Times:
Metroseksual di definisikan sebagai lelaki yang menggemari busana bagus
dan benda bagus lain pada umumnya, serta begitu berpretensi sebagai macho mereka
tidak harus diasosiasikan sebagai homoseksual melainkan lelaki yang tampil pada
pose seksi pada majalah-majalah popular pria.
2. Menurut situs Word Spy.com:
Metroseksual didefinisikan sebagai laki-laki perkotaan yang memiliki daya
estetika tinggi, memiliki waktu dan uang untuk penampilan dan gaya hidupnya.
3. Menurut situs Askmen.com:
Metroseksual adalah pria modern yang pada umumnya masih lajang
(walaupun tidak harus) dan merasa nyaman akan dirinya dan sisi femininnya
