Pengertian Peran Gender

Menurut Bem (dalam Wathani 2009), gender merupakan karakteristik
kepribadian, seseorang yang dipengaruhi oleh peran gender yang dimilikinya dan
dikelompokkan menjadi 4 klasifikasi yaitu maskulin, feminin, androgini dan tak
terbedakan. Konsep Gender dan peran gender merupakan dua konsep yang berbeda,
gender merupakan istilah biologis, orang-orang dilihat sebagai pria atau wanita
tergantung dari organ-organ dan gen-gen jenis kelamin mereka. Sebaliknya menurut
Basow (1992) dalam Wathani (2009), peran gender merupakan istilah psikologis dan
kultural, diartikan sebagai perasaan subjektif seseorang mengenai ke-pria-an
(maleness) atau kewanitaan (femaleness).
Brigham (1986) dalam Naully (2003) lebih menekankan terhadap konsep
stereotipe di dalam membahas mengenai peran gender, dan menyebutkan bahwa
peran gender merupakan karakteristik status, yang dapat digunakan untuk mendukung
diskriminasi sama seperti yang digunakan untuk mendukung diskriminasi sama
seperti yang digunakan terhadap status-status yang lain seperti ras, kepercayaan, dan
usia.
Sementara peran gender sendiri sebagai sebuah karakteristik memiliki
determinan lingkungan yang kuat dan berkaitan dengan dimensi maskulin versus
feminine, Stewart & Lykes, dalam Saks dan Krupat, (1998). Ketika berbicara
mengenai gender, beberapa konsep berikut ini turut terlibat di dalamnya :
a. Gender role (peran gender), merupakan definisi atau preskripsi yang berakar pada
kultur terhadap tingkah laku pria atau wanita.
b. Gender identity (identitas gender), yaitu bagaimana seseorang mempersepsi dirinya
sendiri dengan memperhatikan jenis kelamin dan peran gender.
c. Serta sex role ideology (ideologi peran-jenis kelamin), termasuk di antaranya
stereotipe-stereotipe gender, sikap pemerintah dalam kaitan antara kedua jenis
kelamin dan status-status relatifnya, Segall, Dasen, Berry, & Poortinga, dalam
Wathani (2009).