Konsep Modal Kerja

Modal kerja terdiri dari 3 konsep, yaitu:
1) Konsep Kuantitatif
Konsep ini menyebutkan bahwa modal kerja adalah seluruh aktiva lancar. Dalam
konsep ini adalah bagaimana mencukupi kebutuhan dana untuk membiayai operasi
perusahaan jangka pendek. Konsep ini sering disebut dengan modal kerja kotor (Gross
Working Capital) (Kasmir, 2015:250).
2) Konsep Kualitatif
Pada konsep ini modal kerja dihubungkan dengan besarnya hutang lancar atau
hutang yang segera harus dilunasi. Sebagian aktiva lancar dipergunakan untuk
melunasi hutang lancar seperti hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak, dan
sebagian lagi benar-benar dipergunakan untuk membelanjai kegiatan operasi
perusahaan. Dengan demikian modal kerja menurut konsep kualitatif merupakan
kelebihan aktiva lancar di atas hutang lancar yang juga disebut modal kerja neto (Net
Working Capital) (Martono dan Agus, 2003:72).
3) Konsep Fungsional
Konsep ini lebih menitikberatkan pada fungsi dana dalam menghasilkan
penghasilan langsung atau current assets. Pengertian modal kerja menurut konsep ini
adalah dana yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan current income
sesuai dengan tujuan didirikannya perusahaan pada satu periode tertentu. Oleh karena
itu yang masuk sebagai modal kerja adalah kas, piutang dagang, persediaan (Sutrisno,
2012:40).