Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja

Kasmir (2016:254) kebutuhan perusahaan akan modal kerja tergantung
dari faktor-faktor yang terdiri dari:
1. Jenis perusahaan
Jenis perusahaan dalam praktiknya meliputi dua macam, yaitu
perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa dan nonjasa (industri).
Kebutuhan modal dalam perusahaan industri lebih besar jika
dibandingkan dengan perusahaan jasa. Di perusahaan industri, investasi
dalam bidang kas, piutang, dan sediaan relatif lebih besar jika
dibandingkan dengan perusahaan jasa. Oleh karena itu, jenis kegiatan
perusahaan sangat menentukan kebutuhan akan modal kerjanya.
2. Syarat kredit
Syarat kredit atau penjualan yang pembayarannya dilakukan dengan
cara mencicil (angsuran) juga sangat mempengaruhi modal kerja. Untuk
meningkatkan penjualan bisa dilakukan dengan berbagai cara dan salah
satunya adalah melalui penjualan secara kredit. Penjualan barang secara
kredit memberikan kelonggaran kepada konsumen untuk membeli
barang dengan cara pembayarannya diangsur (dicicil) beberapa kali
untuk jangka waktu tertentu. Hal-hal yang perlu memperoleh perhatian
dari syarat-syarat kredit dalam hal ini adalah :
a. Syarat untuk pembelian bahan atau barang dagangan
Untuk syarat pembelian barang atau bahan yang akan digunakan
untuk memproduksi barang mempengaruhi modal kerja.
Pengaruhnya berdampak terhadap pengeluaran kas, jika
persyaratan kredit lebih mudah, maka akan sedikit uang kas yang
keluar, demikian pula sebaliknya, syarat untuk pembelian bahan
atau barang dagangan juga memiliki kaitannya dengan sediaan.
b. Syarat penjualan barang
Syarat penjualan berbeda dengan di atas. Dalam syarat penjualan,
apabila syarat kredit diberikan relatif lunak seperti potongan harga,
maka modal kerja yang dibutuhkan makin besar modal kerja yang
dibutuhkan dalam sektor piutang. Syarat-syarat kredit yang
diberikan apakah 2/10 net 30 atau 2/10 net 60 juga akan
mempengaruhi penjualan kredit.
3. Waktu produksi
Untuk waktu produksi, artinya jangka waktu atau lamanya
memproduksi suatu barang. Semakin lama waktu yang digunakan
untuk memproduksi suatu barang, maka akan semakin besar modal
kerja yang dibutuhkan. Demikian pula sebaliknya semakin pendek
waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang, maka akan
semakin kecil modal kerja yang dibutuhkan.
4. Tingkat perputaran persediaan
Pengaruh tingkat perputaran persediaan terhadap modal kerja cukup
penting bagi perusahaan. Semakin kecil atau rendah tingkat
perputaran, maka kebutuhan modal kerja semakin tinggi, demikian
pula sebaliknya.