Laporan arus kas (statement of cash flows atau cash flow statement) adalah
laporan yang menyajikan ikhtisar terinci mengenai semua arus kas masuk dan arus
kas keluar, atau sumber dan penggunaan kas selama suatu periode (IAI, 2007)
Laporan arus kas terdiri dari arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, aktivitas
investasi, dan aktivitas pendanaan. Namun dalam penelitian ini lebih difokuskan pada
Arus Kas yang berasal dari aktivitas Operasi. (Ginting,2012).
Arus kas merupakan bagian dalam bidang keuangan yang membahas
mengenai pergerakan dana tunai masuk dan keluar dari suatu kegiatan perusahaan.
Hal itu berkaitan dengan penjadwalan waktu transaksi tunai serta penggunaan dana
sebagai asset atas arus kas merupakan suatu proses, yaitu cara suatu perusahaan
membangkitkan dan menggunakan tunainya. Dalam hal ini, perusahaan perlu
menganalisis arus kas yang bermanfaat untuk membuat suatu laporan keuangan
tertentu yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi operasi-operasi
perusahaan baik pada masa lalu maupun di masa sekarang dan masa akan datang
(Ade Gunawan, 2011).
Laporan arus kas merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang
harus dibuat perusahaan. Laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas adalah untuk
membantu investor dan kreditur dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan
perusahaan. Laporan laba rugi suatu perusahaan dapat saja memberikan gambaran
bahwa perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan yang tinggi, namun laporan
arus kas bisa saja memperlihatkan bahwa perusahaan sebenarnya kekurangan uang
kas. Laporan arus kas melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas entitas selama
periode tertentu dari mana kas datang dan bagai- mana dibelanjakannya. Laporan arus
kas melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan menjadi tiga
kegiatan yaitu operasi, investasi dan pendanaan (Ade Gunawan, 2011)
