Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai
operasi sehari-harinya, misalnya untuk membayar gaji pegawai, dimana uang atau
dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam
perusahaan dalam jangka waktu yang pendek melalui hasil penjualan produknya.
Uang yang masuk yang berasal dari penjualan produk tersebut akan segera
dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Dengan demikian, uang
atau dana tersebut akan terus-menerus berputar setiap periodenya selama dalam
perusahaan.Terdapat beberapa pendapat mengenai modal kerja, antara lain
sebagai berikut: Menurut Agnes Sawir (2005) Modal kerja adalah keseluruhan
aktiva lancar atau dapat pula dimaksudkan sebagai dana yang harus tersedia untuk
membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari. Menurut Kasmir (2010)
“Modal Kerja diartikan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar
atau aktiva jangka pendek, seperti kas, bank, surat – surat berharga, piutang,
persediaan, dan aktiva lancar
