Menurut Ryff (1989) faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis
adalah:
1. Faktor demografis yang memengaruhi kesejahteraan psikologis yaitu usia, jenis
kelamin, status sosial ekonomi, dan budaya.
2. Dukungan sosial sendiri diartikan sebagai rasa nyaman, perhatian, penghargaan,
atau pertolongan yang dipersepsikan oleh seorang individu yang didapat berbagai
sumber, diantaranya pasangan, rekan kerja, teman, dokter, maupun organisasi
sosial.
3. Evaluasi terhadap pengalaman hidup, mencakup berbagai bidang kehidupan dalam
berbagai periode kehidupan. Evaluasi individu terhadap pengalaman hidupnya
memiliki pengaruh yang penting terhadap kesejahteraan psikologis.
4. Locus of Control didefinisikan sebagai suatu ukuran harapan umum seseorang
mengenai pengendalian (kontrol) terhadap penguatan (reinforcement) yang
mengikuti perilaku tertentu, dapat memberikan peramalan terhadap kesejahteraan
psikologis.
Dijelaskan pula oleh Bhogel dan Prakash (dalam Wahyuni 2001) yang tertuang ada
beberapa faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis yaitu:
1. Personal Control, yaitu kemampuan individu dalam mengontrol segala bentuk emosi
dan dorongan yang ada dalam diri.
2. Self Esteem (harga diri) yakni memiliki harga diri yang seimbang
3. Positive Affect, emosi atau kondisi emosional yang positif (kebahagiaan atau
kegembiraan).
4. Manage Tension, ialah kemampuan untuk mengatur ketegangan yang keluar dari
dalam diri, misalnya amarah atau kesenangan, sehingga tidak muncul secara
berlebihan.
5. Positive Thinking, yaitu berpikir positif dalam menyikapi sebuah peristiwa, kejadian,
suasana, atau individu baru.
6. Ide & Feeling yang efisien, yaitu mengeluarkan ide dan perasaan yang tepat dan
sesuai dengan konteks serta tidak berlebihan.
Huppert (2009) menjabarkan beberapa faktor yang mempengaruhi
kesejahteraan psikologis, yaitu :
1. Dukungan sosial, merupakan gambaran perilaku mendukung kepada individu yang
dilandasi emosi positif dari orang-orang yang bermakna dalam hidupnya, terutama
keluarga. Individu membutuhkan dukungan sosial baik yang berasal dari atasan,
teman kerja maupun keluarga.
2. Kepribadian, merupakan individu dengan kepribadian yang senang bergaul, energik,
dan mampu mengontrol hubungannya dengan orang lain akan memunculkan emosi
yang positif.
3. Usia dimana kesejahteraan dipandang sebagai aspek yang berkembang seiring
meningkatnya usia.
4. Jenis kelamin berkaitan erat dengan kebahagiaan seseorang. Wanita yang Memiliki
skor tinggi pada skala yang menilai fungsi sosial, seperti menjalin hubungan positif
dengan orang lain.
5. Status sosial ekonomi berkaitan erat dengan kebahagiaan individu.
