Menurut Ha dan Jang (2010) dalam Aliff, M et al. (2018), Kualitas Layanan (service quality) yang tinggi berdampak baik pada kepuasan pelanggan yang lebih tinggi pula, yang kemudian akan mengarah ke perilaku konsumsi positif yang lebih tinggi, seperti mengujungi kembali (revisiting). Service quality bersama dengan destination image dan harga atau price adalah satu dari unsur yang paling berpengaruh pada loyalitas pelanggan dalam hal pilihan destinasi wisata. Ini adalah komponen penggerak yang signifikan terkait dengan kesetiaan lainnya seperti niat mengunjungi kembali (revisit intention), dan kemauan untuk merekomendasikan kepada orang lain (Evanschitzky et al. 2006 dalam Omar, Fadzil, & Ahmad, R. (2016).
Service quality berhubungan pula dengan bidang wisata seperti pada penelitian yang ditulis oleh Fernaldi dan Sukresna (2016) yang berjudul Analisis Pengaruh Faktor Evaluatif Wisatawan Terhadap Minat Berperilaku Di Masa Depan, Dengan Kepuasan Sebagai Variabel Intervening(Studi Pada Tempat Wisata Alam Umbul Sidomukti Semarang) yang menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan pengalaman wisatawan terhadap kepuasan wisatawan tersebut. Kemudian dari kepuasan, akan dianalisis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap minat berperilaku berwisata di masa depan wisatawan. Temuan pada penelitian yang ditulis oleh Fernaldi dan Sukresna (2016) adalah 1) Peningkatan kepuasan wisatawan dapat dipengaruhi langsung oleh kualitas pelayanan dan pengalaman wisatawan, 2) Peningkatan minat berwisata ulang dipengaruhi oleh oleh kualitas pelayanan, pengalaman wisatawan, dan kepuasan wisatawan.
