Analisis SWOT yaitu analisis yang membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan (Rangkuti, 2000:19). Analisis ini pada prinsipnya strategi yang menghasilkan keserasian yang kuat antara kemampuan internal dan situasi eksternal.
Analisis SWOT merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh gambaran situasi strategis dari sebuah Unit Kerja Ekonomi (UKE).. Kekuatan UKE merupakan segala sesuatu yang menjadikan UKE memiliki kemampuan untuk melakukan kewajibannya dengan baik sehingga tujuan UKE tercapai (Mardiasmo dan Makhfatih, 2000:36).
Menurut Rangkuti (2000 :21-25) tahapan-tahapan dalam penyusunan perencanaan strategis melalui tiga tahap analisis yaitu:
- tahapan pengumpulan data;
- tahap analisis;
- tahap pengambilan keputusan.
| 1. Tahap Pengumpulan Data
Evluasi Faktor Evaluasi Faktor Matrik Profil Eksternal Internal |
| 2. Tahap Analisis
Matrik Matrik Matrik Matrik Matrik Tows Bcg Internal Space Grand Eksternal Strategy |
| 3. Tahap Pengambilan Keputusan
Matrik Perencanaan Strategi Kuantitatif |
Sumber : Rangkuti (2000 : 21)
Diagram 2.1 Kerangka Formulasi Strategis
Tahapan pengumpulan data merupakan suatu kegiatan pengklasifikasian dan pra analisis. Pada tahap ini data dapat dibedakan menjadi dua yaitu data eksternal yang diperoleh dari lingkungan di luar organisasi dan data internal yang diperoleh di dalam organisasi. Model yang dipakai pada tahap ini yaitu matrik faktor strategi eksternal (EFAS), matrik faktor strategi internasl (IFAS) dan matrik profil kompetitif (dalam mengukur kondisi retribusi tidak dipergunakan). Selanjutnya untuk mengukur kondisi dari retribusi pelayanan persampahan diperlukan sistem pembobotan terhadap masing-masing aspek dengan cara :
- terlebih dahulu membuat prioritas dari yang pengaruhnya dianggap paling kuat ke yang paling lemah;
- menentukan persentase bobotnya dari masing-masing aspek yang antara lain:
a). aspek kekuatan dan kelemahan sebagai aspek yang dilihat dari dalam (internal );
b). aspek peluang dan ancaman yaitu aspek yang dilihat dari luar (eksternal).
Persentase pembobotan, diberikan nilai bobot yang sama untuk analisis SWOT keadaan awal. Analisis SWOT yang diberikan bobot didasarkan atas daftar pertanyaan atau kuesioner yang disetujui dari responden yang mau menjawab pertanyaan dan telah menyerahkan daftar pertanyaan tersebut.
Setelah masing-masing aspek dibobot, selanjutnya diadakan penilaian dengan menggunakan hasil identifikasi SWOT, seperti pada tabel 2.1 di bawah ini :
Tabel 2.1 Sistem Pembobotan SWOT
| Aspek Internal atau Eksternal | Nilai | Rating | Bobot | Skor
Tertimbang |
| Faktor Kunci sukses | Sangat kuat, kuat, lemah, paling lemah. | 4 sampai 1 | Persentase tersetujui | Rating x bobot |
| Total | Skor total | |||
Sumber : Rangkuti (2000 :23-25)
Langkah seterusnya dibentuk diagram analisis SWOT dengan cara pembobotan terhadap variabel-variabel terukur (aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman). Posisi pada koordinat merupakan total skor tertimbang hasil dari :
- åskor tertimbang aspek kekuatan-åskor tertimbang aspek kelemahan;
- åskor tertimbang aspek peluang – åskor tertimbang aspek ancaman.
Aspek internal (SW) pada sumbu horizontal dan aspek eksternal (OT) pada sumbu vertikal, sehingga dapat diketahui letak dari obyek yang dikaji di dalam peta tersebut.
Diagram 2.2 Diagram Analisis SWOT
Strategi yang digunakan untuk mengoptimalisasikan pemungutan retribusi kebersihan dipergunakan matrik Tows atau SWOT yang dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, berdasarkan hasil perhitungan dalam diagram analisis SWOT. Hal ini dapat dilihat pada diagram berikut :
| IFAS
EFAS |
Kekuatan ( S ) | Kelemahan (W) |
| Peluang (O) | Strategi SO
Gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang |
Strategi WO
Atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang |
| Ancaman (T) | Strategi ST
Gunakan kekuatan untuk menghindari ancaman |
Strategi WT
Atasi kelemahan mencegah ancaman |
Diagram 2.3 Matrik SWOT
