Efisiensi Pasar Bentuk Lemah (Weak Form) (skripsi,tesis,disertasi)

 

Menurut Bodie (2019 : 307) menyatakan bahwa pasar modal efisien bentuk lemah (weak form efficiency) dimana harga saham telah mencerminkan seluruh informasi yang ada dalam data perdagangan dimasa lalu. Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga dari sekuritas tidak secara penuh mencerminkan (fully reflect) informasi masa lalu. Informasi masa lalu ini merupakan informasi yang sudah terjadi. Efisiensi pasar bentuk lemah ini berkaitan dengan teori langkah acak (random walk theory) yang menyatakan bahwa data masa lalu tidak berhubungan dengan nilai sekarang. Jika pasar efisien bentuk lemah, maka nilai-nilai masa lalu tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga sekarang. Ini berarti bahwa untuk pasar yang efisien bentuk lemah, investor tidak dapat memprediksinilai pasar dikemudian hari dengan menggunakan data historis, pengujiannya dapat dilakukan sebagai berikut: Menurut Tandelilin (2017 : 231) pengujian hipotesis bentuk lemah bisa diuji dengan melakukan pengujian prediktabilitas return. Pengujian ini meliputi pengujian pola return (harian, mingguan maupun bulanan), pengujian prektabilitas return jangka pendek maupun jangka panjang,serta hubungan return dengan karakteristik perusahaan. Pengujian prediktabilitas dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain: 1. Menguji Pola Return Seasonal Menurut Tandelilin (2017 : 232) Sejumlah penelitian telah menunjukan adanya suatu pola dalam return seasoanal/sekuritas. Pola tersebut menunjukan adanya tingkat tingkat return yang lebih tinggi atau lebih rendah pada saat tertentu baik dalam periode harian, mingguan maupun bulanan. a. Pola harian Menurut Tandelilin (2017 : 232) Salah satu pola yang secara intensif diteliti adalah adanya perbedaan return untuk hari-hari tertentu dalam 18 seminggu. Gibbons dan Hess (1981 : 579 – 596) menemukan bahwa return pada hari senin akan lebih rendah dibandingkan dengan hari lain di Bursa saham New York. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan data harian selama 17 tahun (1962 – 1978), dan menemukan adanya return yang negatif pada hari perdagangan senin, yaitu sebesar -33,5% dan pada hari rabu dan jumat menemukan bahwa return yang positif di hari perdagangan. b. Pola bulanan Menurut Tandelilin (2017 : 234) banyak penelitian menemukan bahwa pada bulan januari terdapat return yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainya dan ini biasanya terjadi pada saham yang nilainya kecil (small stock). Fama (1991) dalam Tandelilin (2010 : 230) menemukan bahwa pada periode 1941-1981 return di bulan januari lebih tinggi dibandingkan dengan dengan bulan-bulan lainya, dan perbedaan yang lebih besar terjadi pada saham yang nilai kapitalisasi pasarnya kecil. Sedangkan untuk periode 1982 sampai dengan januari 1991, Fama juga menemukan hal yang sama, tetapi perbedaan return di bulan januari untuk small stock dan large stock umumnya relatif tinggi pada hari awal-awal bulan. 2. Menggunakan data return dimasa yang lalu, baik untuk prediktabilitas jangka pendek maupun jangka panjang Menurut Tandelilin (2017 : 236) return dimasa lalu dapat digunakan untuk memprediksi return dimasa depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang