Asimetris informasi yaitu suatu situasi dimana pihak-pihak memiliki informasi yang berbeda. Hal ini dapat muncul ketika, misalnya manajer memiliki informasi yang lebih baik dari pada investor luar mengenai arus kas (cash flow) masa depan perusahaan (Jonathan, 2012 : 485). Informasi yang lebih banyak diketahui manajer dapat memicu perusahaan bertindak sesuai keinginan dan kepentingan untuk memaksimumkan utility bagi dirinya. Berbeda dengan investor dimana akan sulit untuk mengontrol secara efektif tindakan yang dilakukan perusahaan karena hanya memiliki sedikit informasi yang ada. Menurut Scott (2003 : 117), dua macam asimetri informasi: a. Adverse selection Advance selection adalah masalah yang ditimbulkan oleh informasi asimetris sebelum transaksi terjadi. Dimana pada pihak agen tidak mengetahui bagaimana membuat suatu kebijakan dari informasi yang dimilikinya. Manajer serta orang-orang dalam lainya baisanya mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan prospek perusahaan, dan mungkin terdapat fakta-fakta yang tidak disampaikan kepada principal. b. Moral hazard Moral hazard adalah masalah yang diciptakan oleh informasi asimetris yang terjadi setelah transaksi. Pada saat pihak agen menyembunyikan informasi yang dimilikinya, dengan tujuan agar infromasi tersebut dapat digunakan untuk memaksimalkan ultilitas agen dan sebenarnya secara etika atau norma mungkin baik dilakukan. Asymmetric information menyatakan manajer lebih mengetahui kondisi perusahaan yang sebenarnya dibandingkan dengan para investor memungkinkan harga saham tidak menggambarkan yang sebenarnya karena pemegang saham hanya memiliki akses yang tersedia di public
