Fungsi dan Tujuan Pemberian Kompensasi (Skripsi, tesis, dan disertasi)

Berikut adalah fungsi dan tujuan pemberian kompensasi pada karyawannya sebagai berikut :1.Ikatan Kerja samaDengan pemberian kompensasi maka terjalinlah ikatan kerjasama formal antara majikan dengan karyawan, maka karyawan harus mengerjakan tugas-tugas dengan baik sedang pengusaha atau majikan wajib kompensasi itu sesuai dengan karyawan.2.Kepuasaan kerja Dengan balas jasa karyawan akan dapat memenuhi kebutuhan fisik, sosial dan egoistiknya sehingga karyawan memperoleh kepuasan kerja dari jabatan itu sendiri.3.Pengadaan efektifJika program kompensasi ditetapkan cukup besar maka pengadaan karyawan yang qualifieduntuk perusahaan itu akan lebih mudah.

  4.Motivasi Jika balas jasa yang diberikan cukup besar manajer akan lebih mudah memotivasi karyawannya.5.Stabilitas karyawan Dengan program kompensasi atas prinsip adil layak serta eksternal konsistensi yang kompetitif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena turn overrelatif kecil.6.Displin Dengan pemberian balasan yang cukup maka disiplin karyawan semakin baik,karyawanakan menyadari serta mentaati peraturan yang berlaku.7.Pengaruh serikat buruhDengan program kompensasi yang baik seluruh serikat buruh dapat dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.8.Pengaruh pemerintahJika program pemerintah itu sesuai dengan perburuhan yang berlaku (seperti batas upah minimum karyawan)(Ardana, 2012).g.Faktor-faktor Yang Memengaruhi KompensasiFaktor-faktor yang memengaruhi pemberian kompensasi antara lain sebagai berikut :1.Penawaran dan permintaan tenaga kerja. Jika pencari kerja (penawaran ) lebih banyak daripada lowongan pekerjaan (permintaan) maka kompensasi relatif kecil. Sebaliknya jika pencari kerja lebih sedikit daripada lowongan pekerjaan maka kompensasi relatif semakin besar. 2.Kemampuan dan kesediaan perusahaan. Bila kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar semakin baik maka tingkat kompensasi akan semakin besar. Tetapi sebaliknya jika kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar kurang maka tingkat kompensasi relatif kecil.3.Serikat buruh atauorganisasi karyawan. Apabila serikat buruhnya kaut dan berpengaruh maka tingkat kompensasi semakin besar. Sebaliknya jika serikat buruh tidak kuat dan kurang berpengaruh maka tingkat kompensasi relatif kecil.4.Produktivitas kerja karyawan. Jika produktivitas kerja karyawan baik dan banyak, maka kompensasi akan semakin besar. Sebaliknya kalau produktivitas kerjanya buruk serta sedikit maka kompensasinya kecil. 5.Pemerintah dengan UU & Kepres. Pemerintah dengan UU &Kepres menetapkan besarnya batas upah/ balas jasa minimum penetepan pemerintah ini sangat penting supaya pengusaha jangan sewenang-wenang menetapkan balas jasa bagi karyawan, kerena pemerintah berkewajiban untuk melindungi masyarakat dari tindakan sewenag-wenang.6.Biaya hidup atau cost of living. Bilabiaya hidup di daerah yang tinggi maka tingkat kompensasi atau upah semakin besar, tetapi sebaliknya jika tingkat biaya hidup di daerah ini rendah maka tingkat kompensasi atau upah relatif kecil.7.Posisi jabatan karyawan. Karyawan yang menjabat yang lebih tinggi maka akan menerima gaji atau kompensasi yang lebih besar. Sebaliknya pejabat yang menjabat jabatan yang lebih rendah akan memperoleh gaji atau komopensasi yang lebih besar pula.8.Pendidikan dan pengalaman kerja. Jika pendidikan lebih tinggi, dan pengalaman kerja yang lebih lama maka gaji atau balas jasanya akan semakin besar, karena kecakapan serta keterampilannya lebih baik. Sebaliknya karyawan yang berpendidikan rendah dan pengalaman kerja kurang maka tingkat gaji/ kompensasinya kecil. 9.Kondisi perekonomian nasional. Bila kondisi perekonomian nasional sedang maju (boom) maka tingkat upah/ kompensasi akan smekain besar, karena akan mendekati kondisi full employment. Sebailknya jika kondisi perekonominan kurang maju (depresi) maka tingkat upah rendah karena terdapat banyak penganggur (disqueshed un employment).10.Jenis dan sifat pekerjaan. 1). Kalau jenis dan sifat pekerjaan itu mengerjakannya sulit atau sukar dan mempunyai resiko (finansial, keselamatannya) besar maka tingkat upah/ balas jasanya semakin besar, karena meminta kecakapan serta ketelitian untuk mengerjakan mudah dan risikonya (finansial, kecelakaannya) kecil maka tingkat uapah atau balas jasanya relatif rendah, 2) misalnya, pekerjaan merakit komputer balas jasanya lebih besar daripadamengerjakan mencetak batu bata(Ardana, 2012).