Menurut Muhammad Bukhori Dalimunthe (2017) keunggulan bersaing
adalah kemampuan usaha menciptakan keunggulan kompetitif agar dapat bersaing
dengan kompetitor. Adapun indikator keunggulan bersaing dikembangkan dari
beberapa ahli, yaitu harga bersaing, kemampuan manajemen, keuntungan, posisi
dan tempat strategis. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Delta dan Paulus
(2017) Strategi Porter yang menjelaskan bahwa keunggulan bersaing (competitive
advantage) adalah jantung kinerja bisnis untuk menghadapi persaingan.
Keunggulan bersaing diartikan sebagai strategi benefit dari perusahaan yang
melakukan kerjasama untuk menciptakan keunggulan bersaing yang lebih efektif
dalam pasarnya.
Menurut Ni Putu & Ni Ketut (2017) keunggulan bersaing adalah nilai
pada sebuah perusahaan dari hasil penerapan strateginya sehingga perusahaan
tersebut memiliki nilai lebih dibanding dengan pesaingnya. Sedangkan menurut
Ratna Paryanti (2015) keunggulan bersaing adalah kemampuan suatu perusahaan
untuk meraih keuntungan ekonomis diatas laba yang mampu diraih oleh pesaing
pasar dalam industri yang serupa. Menurut Setiawan (2012) orientasi pasar adalah
budaya perusahaan agar bisa menaikkan kinerja pada bagian pemasaran.
Ketidakpastian faktor -faktor eksternal menyebabkan suatu perusahaan
melakukan inovasi supaya bisa menjadi yang terbaik dari para pesaingnya.
Menurut (Kotler, 2010) dalam menyusun penawaran pasar untuk
menghantarkan suatu nilai lebih dari pada pesaing untuk berusaha memenangkan
pasar yang sama, perusahaan diharuskan untuk lebih mengenal pelanggan dan
menjalin hubungan yang lebih kuat melalui pelanggan. Perusahaan harus
memiliki keunggulan daripada pesaing, dengan cara menawarkan nilai yang lebih
unggul kepada konsumen dari pada tawaran pesaing. Agar dapat mencapai
keunggulan bersaing maka perusahaan harus memahami dan menganalisa para
pesaing dan konsumen.
