Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kualitas (skripsi dan tesis)

Pada implementasinya, ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebagai
syarat suksesnya manajemen kualitas. Menurut Salaheldin (2008), terdapat 3
macam yaitu :
1) Faktor Strategik
Di dalam faktor strategik terdapat lima indikator, yakni
komitmen manajemen puncak, budaya organisasi,
kepemimpinan, perbaikan berkelanjutan, tujuan dan kebijakan
kualitas, dan benchmarking.
2) Faktor Taktis
Di dalam faktor taktis terdapat delapan indikator, yakni
pemberdayaan tenaga kerja, keterlibatan tenaga kerja,
pelatihan tenaga kerja, pembentukan tim kerja, penggunaan
teknologi informasi, kualitas pemasok, hubungan pemasok,
penilaian terhadap kinerja pemasok.
3) Faktor Operasional
Di dalam faktor operasional terdapat delapan indikator,
yakni desain produk dan jasa pengendalian proses, manajemen
hubungan pelanggan, pengetahuan pelanggan dan pasar,
jadwal implementasi TQM, konservasi dan utilisasi sumber
daya, inspeksi dan pengecekan kerja.
Prawirosentono (2007) menyatakan bahwa selain syarat dan faktorfaktor yang mempengaruhi suksesnya implementasi manajemen kualitas, ada
beerapa faktor yang mengakibatkan kegagalan pada manajemen kualitas.
Kegagalan tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya penerapan (poor
application), bahkan di dalam pelaksanaannya banyak kekurangan baik dalam
teknik maupun falsafahnya. Karena kegagalan tersebut dianggap sebagai hasil
kerja iseng untuk sekedar memenuhi tuntutan gerakan kualitas tanpa
menyentuh masalah dasar yang substansif.
Prawirosentono (2007) menyatakan beberapa faktor yang dapat
menyebabkan kegagalan program kualitas perusahaan, diantaranya yaitu :
1. Kesenjangan komitmen manajemen puncak
2. Salah memfokuskan perhatian
3. Tidak tersedianya karyawan yang memadai dan mendukung
4. Hanya mengandalkan pelatihan semata-mata
5. Harapan memperoleh sesaat, bukan hasil jangka panjang
6. Memaksa mengadopsi suatu metode padahal tidak cocok.
Menurut Douglas C. Montgomery dalam Fakhri (2010) faktor-faktor
yang mempengaruhi manajemen kualitas, yaitu :
1. Kemampuan proses
2. Spesifikasi yang berlaku
3. Tingkat ketidaksesuaian yang dapat diterima
4. Biaya kualitas
Pada biaya kualitas sangat mempengaruhi tingkat pengendalian
kualitas dalam menghasilkan suatu produk, terdapat 4 biaya kualitas meliputi:
a. Biaya pencegahan ( Prevention Cost )
b. Biaya deteksi atau penilaian (Detection/Appraisal Cost)
c. Biaya kegagalan internal (Internal Failure Cost)
d. Biaya kegagalan eksternal ( Eksternal Failure Cost )