Klasifikasi Biaya (skripsi dan tesis)

Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan informasi biaya yang
akurat dan tepat bagi manajemen dalam mengelola perusahaan atau divisi secara
efektif. Oleh karena itu perlu dikelompokkan sesuai dengan tujuan apa informasi
biaya tersebut digunakan, sehingga dalam pengelompokkan biaya dapat
digunakan suat konsep “Different Cost Different Purposes” artinya berbeda biaya
berbeda tujuan. Klasifikasi biaya atau penggolongan biaya adalah suat proses
pengelompokkan biaya secara sistematis atas keseluruhan elemen biaya yang ada
ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas untuk dapat memberikan
informasi yang lebih ringkas dan penting. Bustami dan Nurlela (2010:12)
menyatakan biaya produksi adalah biaya yang digunakan dalam proses produksi
yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead
pabrik.
1. Biaya produksi
Biaya produksi adalah biaya yang digunakan dalam proses produksi terdiri
dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead pabrik. Biaya produksi ini disebut juga biaya produk yaitu biayabiaya yang dapat dihubungkan dengan suatu produk, dimana biaya ini
merupakan bagian dari persediaan.
a. Biaya bahan baku langsung
Biaya bahan baku langsung adalah bahan baku yang merupakan bagian
yang tidak dapat dipisahkan dari produk selesai dan dapat ditelusuri
langsung kepada produk selesai.
Contohnya kayu dalam pembuatan meubel, kain dalam pembuatan
pakaian, karet dalam pembuatan ban, minyak mentah dalam pembuatan
bensin, kulit dalam pembuatan sepatu, dan tepung dalam pembuatan kue
b. Tenaga kerja langsung
Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang digunakan dalam
merubah atau mengonversi bahan baku menjadi produk selesai dan dapat
ditelusuri secara langsung kepada produk selesai. Contohnya upah koki
kue, upah tukang serut dan potong kayu dalam pembuatan meubel,
tukang jahit, bordir, pembuatan pola dalam pembuatan pakaian, tukang
linting rokok dalam pabrik rokok, dan operator mesin jika menggunakan
mesin.
c. Biaya overhead pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya selain bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung tetapi membantu dalam mengubah bahan menjadi
produk selesai. Biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung kepada
produk selesai. Biaya overhead pabrik dapat dikelompokkan menjadi
elemen : bahan tidak langsung (bahan pembantu atau penolong), tenaga
kerja tidak langsung, dan biaya tidak langsung lainnya.
1. Bahan tidak langsung (bahan pembantu atau penolong)
Bahan tidak langsung (bahan pembantu atau penolong) adalah bahan
yang digunakan dalam penyelesaian produk tetapi pemakaiannya
relatif lebih kecil dan biaya ini tidak dapat ditelusuri secara langsung
kepada produk selesai. Contohnya amplas, pola kertas, oli dan
minyak pelumas, paku, sekrup, dan mur, staples, aksesoris pakaian,
vanili, garam, pelembut, pewarna, pewangi pada kue.
2. Tenaga kerja tidak langsung
Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang membantu
dalam pengolahan produk selesai, tetapi tidak dapat ditelusuri
langsung kepada produk selesai. Contohnya gaji satpam pabrik, gaji
pengawas pabrik, pekerja bagian pemeliharaan, penyimpanan
dokumen pabrik, gaji operator telepon listrik, gaji operator telepon
pabrik, pegawai pabrik, pegawai bagian gudang pabrik, gaji
resepsionis pabrik, dan pegawai yang menangani barang.
3. Biaya tidak langsung lainnya
Biaya tidak langsung lainnya adalah biaya selain bahan tidak
langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang membantu dalam
pengolahan produk selesai, tetapi tidak dapat ditelusuri langsung
kepada produk selesai. Contohnya pajak bumi dan bangunan pabrik,
listrik pabrik, air dan telepon pabrik, sewa pabrik, asuransi pabrik,
penyusutan pabrik, peralatan pabrik, pemeliharaan mesin dan pabrik,
gaji akuntan publik, refreshing karyawan pabrik, reparasi mesin dan
peralatan pabrik.
Menurut Mulyadi (2010:13-16), klasifikasi biaya dapat digolongkan
menjadi lima golongan, yaitu sebagai berikut :
1. Objek pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar
penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar,
maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut
“biaya bahan bakar”. Contoh penggolongan biaya atas dasar objek
pengeluaran dalam perusahaan kertas adalah sebagai berikut : biaya merang,
biaya jerami, biaya gaji dan upah, biaya soda, biaya depresiasi mesin, biaya
asuransi, biaya bunga, biaya zat warna.
2. Fungsi pokok dalam perusahaan
Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu fungsi produksi,
fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu dalam
perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok :
a. Biaya produksi, merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah
bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual. Menurut objek
pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi:
biaya bahan baku, biaya tenaga keria langsung, dan biaya overhead
pabrik.
b. Biaya pemasaran, merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contoh biaya ini adalah biaya
iklan; biaya promosi, biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang
pembeli; gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan
pemasaran; biaya contoh (sample).
c. Biaya Administrasi dan Umum, merupakan biaya-biaya untuk
mengkoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran produk.
Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi
personalia dan bagian hubungan masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan,
biaya photocopy.
3. Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam
hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompok menjadi
dua golongan, yaitu :
a. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya yang terjadi, yang penyebab
satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Dalam
kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku
dan biaya tenaga kerja langsung.
b. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang terjadinya tidak
hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung
dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi
tidak langsung atau biaya overhead pabrik.
4. Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya
dibagi menjadi 4, yaitu :
a. Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang jumlah totalnya berubah
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya variabel
adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.
b. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan
perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur
biaya tetap dan biaya variabel. Contoh: biaya listrik yang digunakan.
c. Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan
tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi
tertentu.
d. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume
kegiatan tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji direktur produksi.
5. Jangka waktu manfaatnya, biaya dibagi 2 bagian, yaitu :
a. Pengeluaran modal (capital expenditure) adalah biaya yang mempunyai
manfaat lebih dari satu periode akuntansi (biasanya periode akuntansi
adalah satu tahun kalender). Contoh pengeluaran modal adalah
pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap.
b. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) adalah biaya yang hanya
mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran
tersebut. Contoh pengeluaran pendapatan antara lain adalah biaya iklan,
biaya telex, dan biaya tenaga kerja.