Tujuan Disclosure (skripsi dan tesis)

Tujuan disclosure secara umum adalah menyajikan informasi untuk mencapai
tujuan pelaporan keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang
berkepentingan, tujuan lain dari pengungkapan dibagi menjadi 3 (tiga) meliputi
tujuan melindungi, tujuan informatif, tujuan kebutuhan khusus (Suwardjono,
2008:580). Tujuan melindungi disini dimaksudkan melindungi perlakuan
manajemen yang kurang adil dan terbuka. Tujuan informatif artinya menyediakan
informasi yang sudah jelas dengan tingkat kecanggihan tertentu sehingga dapat
membantu keefektifan dalam pengambilan keputusan. Sedangkan tujuan
kebutuhan khusus merupakan gabungan dari tujuan perlindungan publik dan
tujuan informatif, artinya apa yang harus diungkapkan dan dibatasi dengan
maanfaat bagi pemakai dan informasi tertentu harus dilaporkan kepada badan
pengawas berdasarkan peraturan.
Terdapat tiga konsep disclosure yang meliputi: cukup (adequate) yaitu
pengungkapan minimum yang harus dipenuhi agar tidak menyesatkan dalam
pengambilan keputusan, wajar (fair) yaitu pengungkapan yang mendapatkan
perlakuan atau perlakuan yang sama kepada semua pihak pemakai laporan
keuangan dalam membutuhkan informasi perusahaan, danlengkap (full) yaitu
menuntut penyajian secara penuh dan lengkap mengenai informasi berkaitan
dengan pengambilan keputusan yang terarah (Ghozali dan Chariri, 2014:408).
Perusahaan yang menghasilkan dan memiliki laba akan melakukan disclosure
secara luas untuk meyakinkan investor dan kreditor bahwa kinerja dan manajemen
keuangan perusahaan tersebut dalam posisi yang baik sehingga operasi
perusahaan dapat berjalan dengan baik. Keputusan mengenai apa yang akan
diungkapkan harus berdasar tujuan dari laporan keuangan. Misalnya pada investor
yang membandingkan risiko dari kedua perusahaan kemudian menyimpulkan
bahwa perusahaan yang satu tingkat resikonya lebih rendah atau lebih tinggi dari
perusahaan lainnya.