Manajemen Laba (skripsi dan tesis)

Manajemen laba yaitu suatu kemampuan untuk memanipulasi pilihanpilihan yang tersedia dan mengambil pilihan yang tepat untuk dapat mencapai
tingkat laba yang diinginkan (Belkaoui, 2004). Definisi manajemen laba juga
dikemukakan oleh Belkaoui (2004) yang melihat manajemen laba sebagai suatu
intervensi yang disengaja pada proses pelaporan eksternal dengan maksud untuk
mendapatkan beberapa keuntungan pribadi. Scott (2006) mendefinisikan
manajemen laba sebagai pilihan kebijakan akuntansi yang dilakukan manajer
untuk tujuan spesifik. Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajer
mempunyai perilaku opportunistic dalam mengelola perusahaan. Manajer
mempunyai kebebasan untuk memilih dan menggunakan alternatif–alternatif yang
tersedia utuk menyusun laporan keuangan sehingga laba yang dihasilkan dapat
sesuai dengan yang diinginkan walaupun laba yang dihasilkan tersebut tidak
mencerminkan keadaan perusahaan yang sebenarnya. Scott (2006) membagi pola
manajemen laba menjadi empat:
1) Taking a bath
Pola ini terjadi saat reorganisasi termasuk pengangkatan CEO baru
dengan melaporkan kerugian dalam jumlah besar. Tindakan ini
diharapkan dapat meningkatkan laba di masa datang.
2) Income minimization
Pola ini dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi.
Gunanya agar tidak mendapat perhatian secara politis. Tindakan yang
dilakukan berupa penghapusan pada barang modal dan aktiva tak
berwujud, biaya iklan, serta pengeluaran untuk penelitian
dan pengembangan.
3) Income maximization
Manajer perusahaan melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan
mendapatkan bonus. Income maximization dilakukan saat perusahaan
mengalami penurunan laba.
4) Income smoothing
Income smoothing merupakan salah satu pola manajemen laba yang
dilakukan dengan cara meratakan perolehan laba yang perusahaan
sehingga laba yang diperoleh tidak terlalu berfluktuasi. Chariri dan
Ghozali (2007) menyatakan dua alasan yang digunakan manajemen
untuk melakukan income smoothing. Alasan pertama didasarkan pada
asumsi bahwa pola laba periodik yang stabil dapat mendukung tingkat
dividen yang lebih tinggi dibandingkan pola laba periodik yang
berfluktuasi. Kedua, berkaitan dengan upaya meratakan kemampuan
untuk mengantisipasi pola fluktuasi laba periodik.
Teknik dan pola manajemen laba menurut Rahmawati dan Qomariyah
(2006) dapat dilakukan dengan tiga teknik yaitu:
1) Memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi
Cara manajemen mempengaruhi laba melalui judgment (perkiraan)
terhadap estimasi akuntansi antara lain estimasi tingkat piutang tak
tertagih, estimasi kurun waktu depresiasi aktiva tetap atau amortisasi
aktiva tak berwujud, dan lain-lain.
2) Mengubah metode akuntansi
Perubahan metode akunatansi yang digunakan untuk mencatat suatu
transaksi, contoh : merubah metode depresiasi aktiva tetap, dari metode
depresiasi angka tahun ke metode depresiasi garis lurus.
3) Menggeser periode biaya atau pendapatan
Contoh rekayasa periode biaya atau pendapatan antara lain:
mempercepat/menunda pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan
sampai pada periode akuntansi berikutnya, mempercepat/menunda
pengeluaran promosi sampai periode berikutnya, mempercepat/menunda
pengiriman produk ke pelanggan, mengatur saat penjualan aktiva tetap
yang sudah tak dipakai.