Menurut Miftah Toha (2009:149-156), menyebutkan ada beberapaa faktorfaktor yang mempengaruhi perbedaan pemilihan persepsi individu dengan yang satu
dengan yang lain adalah sebagai berikut:
1. Faktor internal. Terdiri dari:
a. Proses belajar (learning) yang merupakan faktor-faktor dalam diri individu
yang membentuk perhatian kepada suatu objek atau peristiwa sehingga dapat
menimbulkan persepsi yang didasari dari kekomplekan kejiwaan karakteristik
individual. Komplek kejiwaan karakteristik individu ini selaras dengan proses
pemahaman atau respon dari proses belajar dan motivasi yang di miliki oleh
masing-masing individu.
b. Motivasi. Faktor dalam diri individu yang juga mempengaruhi persepsi adalah
motivasi dan kepribadian. Walaupun motivasi dan kepribadian tidak dapat di
pisahkan dari proses belajar. Namun kedua memiliki dampak yang sangat
penting dalam hal ini dapat menarik perhatian yang akan menimbulkan
motivasi yang lebih dari dari proses belajar.
c. Kepribadian. Faktor terbentuknya persepsi dari unsur kepribadian erat
hubungannya dengan proses belajar dan motivasi individu yang mengakibatkan
tentang apa yang diperhatikan dalam menghadari suatu situasi. Kepribadian,
nilai-nilai, termasuk umur dan pengalaman akan memberikan dampak terhadap
cara seseorang melakukan persepsi pada lingkungan sekitar.
2. Faktor eksternal. Terdiri dari:
a. Intensitas. Prinsip intensitas dapat diartikan bahwa semakin besar intensitas
stimulus dari luar, tentu akan semakin besar dan sering diperlihatkan daripada
yang hanya sekali di lihat. Stimulus merupakan daya dari suatu objek yang bisa
mempengaruhi persepsi.
b. Ukuran, faktor ini menyatakan bahwa semakin besar ukuran sesuatu objek,
maka semakin mudah untuk bisa diketahui atau dipahami, ketika individu
melihat bentuk ukuran suatu objek maka mempermudah ketertarikan
perhatiannya yang pada akhirnya akan membentuk persepsi.
c. Keberlawanan atau kontras. Prinsip berlawanan atau kontras menyatakan
bahwa stimulus dari luar yang penampilannya berlawanan dengan latar
belakangnya atau sama sekali diluar dugaan/sangkaan orang lain akan lebih
menarik perhatian.
d. Pengulangan (repetition) mengemukakan bahwa stimulus dari luar yang di
ulang-ulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan
yang tidak dilihat sama sekali. Pengulangan ini akan menumbuhkan dan
menambah kepekaan atau kewaspadaan terhadap stimulus. Biasanya
pengulangan merupakan daya tarik dari luar tentang suatu objek yang bisa
mempengaruhi persepsi seseorang individu.
e. Gerakan (moving). Prinsip gerakan menyatakan bahwa orang akan memberikan
perhatian yang lebih terhadap objek yang bergerak dalam jangkauan
pandangannya di bandingkan dengan objek yang diam. Dari gerakan objek
tersebut akan menarik perhatian individu yang akan membentuk dan
mempengaruhi persepsi.
f. Baru dan familier, prinsip eksternal ini menyatakan bahwa baik objek,
peristiwa, dan situasi eksternal yang baru maupun yang sudah di kenal dapat
digunakan sebagai penarik perhatian. Objek atau peristiwa dan situasi yang
sudah dikenal dalam tatanan yang baru (berbeda) akan menarik perhatian
individu yang menimbulkan persepsi.
