Teori Moral Kognitif (skripsi dan tesis)

Teori moral kognitif pertama kali dikemukakan oleh Dewey dan selanjutnya
dikembangkan oleh Piaget dan kohlberg pada tahun 1971. Kognitif merupakan
perkembangan moral yang menganggap manusia sebagai makhluk yang berpikir aktif
dengan mengorganisasikan dan mengolah stimulasi yang diterimanya. Manusia tidak
dipandang sebagai makhluk yang bereaksi pasif terhadap lingkungannya. Secara umum
kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan: pengetahuan
(knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis),
sintesa (sinthesis), dan evaluasi (evaluation) yang merupakan faktor penentu dalam
pengambilan keputusan. (Sukrisno dan Ardana,2009:7)
Teori kognitif menyatakan bahwa setiap individu akan melalui sebuah urutan
berbagai tahapan moral. Tiap-tiap tahap di tandai oleh struktur mental khusus
(distinctive) yang diekspresikan dalam bentuk khusus penalaran moral. Kohlberg juga
mengatakan cara seorang individu melangkah dari suatu tingkatan level ke tingkatan
level berikutnya adalah melalui interaksi dengan orang lain yang tindakan moralnya
berada di atas tingkatan levelnya, sehingga faktor eksternal dari dirinyalah yang dapat
mengontrol dirinya sendiri. Usia dan umur seseorang individu saat menjalani tahaptahapan dalam perkembangan moral mungkin berbeda-beda, ada individu yang sama
mungkin dapat berperilaku pada tahapan yang sama dalam waktu yang lama tetapi ada
juga individu pada tahapan yang lain pada saat waktu yang lain (Slavin, 2011). Dosen
dapat membantu mahasiswa meningkatkan tahapan penalaran moral mereka dengan
memasukkan dan menanamkan pembahasan ajaran berperilaku dengan keadilan,
kejujuran dan permasalahan moral dalam materi ajaran perkuliahan. Khususnya untuk
menanggapi/meminimalkan dan merespon kasus pelanggaran etika yang terjadi
disekitarnya, dan masyarakat secara luas agar terbentuk penilaian yangmempengaruhi
persepsi moral mereka.
Dalam Bertens Kohlberg mengemukakan tahap-tahap perkembangan moral ke
dalam enam tahap perkembangan moral (Harahap 2011:19). Perkembangan moral
berhubungan dengan perkembangan intelektual. Manakala kemampuan persepsi atau
kemampuan pemahaman seseorang anak meningkat, maka tahap perkembanganmoral
anak itu juga meningkat pula.