Pengaruh Pengetahuan Etika Terhadap Persepsi Mahasiswa Akuntansi Atas Perilaku Tidak Etis Akuntan (skripsi dan tesis)

Pengetahuan mengenai prinsip-prinsip etika antara mahasiswa satu
dengan yang lainnya tentu berbeda-beda. Mahasiswa yang memiliki
pengetahuan yang luas mengenai prinsip etika profesi akuntan akan
bersikap lebih bijaksana dan memberikan tanggapan berupa
ketidaksetujuan mengenai skandal etis yang menimpa profesi akuntan
dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki pengetahuan yang lebih
sedikit. Semakin tinggi dan luas pengetahuan yang dimiliki mengenai etika
profesi akuntan maka seorang mahasiswa akan memberikan reaksi
ketidaksetujuan terhadap skandal etis yang berkaitan dengan dilema etika
profesi akuntan.
Asumsi tersebut diatas didukung oleh hasil penelitian dari
Damayanthi (2016) yang menyatakan bahwa tingkat pengetahuan
berpengaruh negatif pada perilaku tidak etis akuntan. Hasil penelitian ini
juga sejalan dengan hasil penelitian dari Comunale, et al. (2006) yang
menyatakan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa akuntansi terhadap
skandal dan profesi akuntansi akan berpengaruh signifikan terhadap
pertimbangan etika mahasiswa akuntansi. Terdapat pengaruh positif dan
signifikan pemahaman kode etikprofesi akuntan terhadap perilaku etis
mahasiswa akuntansi (Pamela, 2014). Lebih lanjut, Dzakirin (2013)
menyatakan bahwa tingkat pengetahuan yang tinggi akan memberi
persepsi negatif atau respon yang tegas terhadap isu-isu skandal akuntansi.
Sedangkan hasil penelitian dari Angelia (2013) menyatakan bahwa tidak
terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan etika profesi
akuntan antara mahasiswa akuntansi laki-laki dan mahasiswa akuntansi
perempuan. Hasil serupa juga disampaikan oleh Wati dan Sudibyo (2016)
dalam penelitiannya bahwa pendidikan etika tidak berpengaruh signifikan
terhadap persepsi etis mahasiswa.