Gender adalah suatu konsep analisis yang digunakan untuk
mengidentifikasi perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari sudut
non-biologis, yaitu dari aspek sosial, budaya maupun psikologis (Angelia,
2013). Perbedaan gender dapat memberikan penilaian berbeda dalam
melihat situasi tidak etis yang terjadi. Mahasiswi akuntansi memiliki
penafsiran yang berbeda dan lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa
akuntansi terhadap etika (Sari dkk., 2012). Lucyanda dan Endro (2012)
mengatakan bahwa Laki-laki akan bersaing untuk mencapai kesuksesan
dan cenderung melanggar aturan karena laki-laki memandang pencapaian
prestasi sebagai suatu persaingan. Penelitian yang dilakukan oleh Himmah
(2013) menunjukkan bahwa gender berpengaruh terhadap persepsi etis
mahasiswa akuntansi mengenai skandal etis auditor dan corporate
manager.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2013)
mengatakan bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku tidak etis antara
mahasiswa akuntansi pria dan wanita. Hal serupa juga disampaikan Dewi
(2010) yang mengatakan bahwa gender tidak berpengaruh terhadap
persepsi mahasiswa atas perilaku tidak etis akuntan. Kemudian Dzakirin
(2013) juga mengatakan bahwa gender tidak mempunyai pengaruh atas
persepsi mahasiswa terhadap krisis etika akuntan profesional.
