Regulasi emosi bermanfaat untuk menghentikan dan mengatur emosi yang
muncul baik itu secara otomatis maupun spontan (tidak sadar) sebelum melakukan
aksi dalam peristiwa tertentu. Regulasi emosi juga untuk mengendalikan emosi,
mengatur penilaian, mengatur dan meredam reaksi fisiologis dengan melakukan
relaksasi atau bernafas panjang. Selain itu, regulasi emosi sangat penting dalam
kehidupan manusia, khususnya untuk mereduksi ketegangan yang timbul akibat
emosi yang memuncak. Dalam konteks Al-Qur’an juga sebagai pengendalian emosi
guna mengurangi ketegangan-ketegangan fisik, psikis dan menghilangkan efek-efek
negatif (Hude, 2002). Berdasarkan pemaparan para ahli diatas, maka peneliti mengambil kesimpulan
bahwa manfaat dari regulasi emosi adalah menahan emosi negatif yang dirasakan
dengan cara mempositifkan pikiran, menampakkan ekspresi positif kepada orang lain
agar yang melihat juga merasakan positif yang ditampakkan
