Pengertian subjective well-being (skripsi dan tesis)

Diener dan Ryan (2009: 391) mendefinisikan subjective well-being
sebagai istilah umum yang dgunakan untuk menggambarkan tingkat
kesejahteraan yang dialami orang berdasarkan evaluasi subjektif dalam
hidup mereka. Evaluasi ini yang dapat bersifat positif dan negatif,
termasuk penilaian dan keterlibatan kepuasan hidup, reaksi afektif seperti
kegembiraan dan kesedihan tehadap peristiwa kehidupan, dan kepuasan
dengan pekerjaan, hubungan, kesehatan, rekreasi, makna, dan tujuan, dan
hal-hal penting lainnya.
Menurut Miao dkk (dalam David dkk, 2013: 174) subjective wellbeing didefinisikan sebagai sebagai jumlah komponen afektif dan kognitif
(Diener, 1984; Diener, Suh, Lucas, & Smith, 1999). Keseimbangan emosi
positif dan negatif merupakan kesejahteraan afektif, sedangkan evaluasi
seseorang terhadap kehidupannya merupakan kesejahteraan kognitif.
Seseorang yang mendapat skor tinggi pada subjective well-being harus
mengalami banyak emosi dan suasana hati positif dan mengalami sedikit
emosi negatif.
Menurut Stone dan Mackie (2013: 1) penelitian tentang subjective
well-being merujuk pada bagaimana orang mengalami kemudian
mengevaluasi kehidupan mereka dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
Berdasarkan berbagai uraian teori tersebut, yang dimaksud dengan
subjective well-being adalah suatu kemampuan ketika seseorang dapat
mengalami kemudian mengevaluasi kehidupan mereka dalam menjalankan
aktifitas sehari-hari yaitu dengan cara menyeimbangkan emosi positif
seperti kegembiraan, kelegaan hati, kasih sayang dan negatif seperti
ketakutan, kemarahan kesedihan. Kemudian seseorang dapat dikatakan
mempunyai skor subjective well-being yang tinggi apabila lebih banyak
merasakan emosi positif dan sedikit emosi negatif.