Menurut Dwi Prastowo (2015) dalam buku “Analisis Laporan
Keuangan” , ada beberapa jenis dari laporan keuangan yaitu :
1. Neraca
Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi
keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktiva,
kewajiban dan ekuitas pada periode tertentu. Secara umum
Neraca memiliki 2 bentuk yaitu :
a) Neraca Bentuk Staffel
Neraca bentuk staffel adalah bentuk neraca yang
disusun kebawah baik aktiva maupun passivanya. Pada
bagian atas untuk mencatat aktiva dan bagian bawah
untuk mencatat hutang dan modal.
b) Neraca Bentuk Scronto
Neraca bentuk scrontro adalah neraca yang posisi
aktiva dan passivanya sebelah menyebelah. Untuk aktiva
disisi kiri dan passivanya disisi kanan.
2. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi yaitu laporan mengenai pendapatan,
beban dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu
periode tertentu. Laporan rugi laba secara umum disajikan
dalam bentuk – bentuk sebagai berikut :
a) Bentuk Singel Step
Di dalam laporan laba/rugi bentuk single step, untuk
akun penghasilan dikelompokkan terlebih dahulu,
kemudian dijumlahkan. Untuk bagian bawah ada bagian
pendapatan baru beban dikelompokkan tersendiri dan
dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban,
selisihnya merupakan laba atau rugi bersih.
b) Bentuk Multiple Step
Bentuk multiple step untuk pendapatan perlu
dipisahkan antara pendapatan pokok dengan pendapatan
di luar usaha pokok, serta memisahkan beban usaha
utama dengan beban di luar usaha.
3. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas yaitu laporan yang
menyajikan perubahan modal karena penambahan dan
pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik
4. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas yaitu laporan yang menggambarkan
penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu.
5. Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan adalah sebuah
informasi maupun catatan tambahan yang ditambahkan untuk
memberi penjelasan kepada pembaca atas laporan keuangan.
