Menurut Brigham dan Houston (2011 : 189) jika hal lain dianggap sama, maka perusahaan yang memiliki pertumbuhan lebih cepat harus mengandalkan diri pada modal eksternal. Selain itu, biaya emisi yang berkaitan dengan penjualan saham biasa akan melebihi biaya emisi yang terjadi ketika perusahaan menjual utang, mendorong pada utang. Menurut Nurhasanah (2016) pertumbuhan perusahaan dinyatakan sebagai pertumbuhan total aktiva dimana pertumbuhan masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang. Growth adalah perubahan (penurunan atau peningkatan) total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Pertumbuhan aktiva dihitung sebagai presentase perubahan aktiva pada saat tertentu terhadap tahun sebelumnya. Abidah (2013 : 21) menjelaskan bahwa pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan aset perusahaan. Pertumbuhan perusahaan menggambarkan tingkat ekspansi yang diusahakan oleh perusahaan dengan melihat pertumbuhan aktiva yang digunakan dalam kegiatan operasi. Sedangkan menurut Prasetyo (2011 : 143) dalam Widiansyah (2012 : 14) menyatakan bahwa variabel pertumbuhan dapat dilihat dari sisi penjualan, aset maupun laba bersih penjualan. Meski dapat dilihat dari berbagai sisi, namun ketiganya menggunakan prinsip dasar yang sama dimana pertumbuhan dipahami sebagai kenaikan nilai di suatu periode relatif terhadap periode sebelumnya. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat pertumbuhan aset perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan aset yang dimilikinya.
