Menurut Sulistyanto (2008:177) ada beberapa bentuk rekayasa laba
yang sering dilakukan pihak manajemen agar laba yang dilaporkan sesuai
dengan yang dikehendaki, yaitu:
1. Taking a Bath Pola ini terjadi pada saat pengangkatan CEO baru dengan
cara melaporkan kerugian dengan jumlah besar yang diharapkan dapat
meningkatkan laba di masa yang akan datang.
2. Income Minimization Pola ini dilakukan pada saat perusahaan memiliki
tingkat profitabilitas yang tinggi sehingga jika laba pada masa laba
mendatang diperkirakan turun drastis dapat diatasi dengan mengambil
laba periode berikutnya.
3. Income Maximization Dilakukan pada saat laba menurun bertujuan
untuk melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus yang
lebih besar. Pola ini dilakukan oleh perusahaan yang melakukan
pelanggaran perjanjian hutang.
4. Income Smoothing Dilakukan perusahaan dengan cara meratakan laba
yang dilaporakan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba yang terlalu
besar karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yang relatif
stabil.
5. Timing Revenue and Expense Recognition Teknik ini dilakukan dengan
membuat kebijakan tertentu yang berkaitan dengan timing suatu
transaksi. Misalnya pengakuan prematur atas pendapatan.
2.1.1.3 Motivasi Manajemen Laba
Subramanyam dan John (2012:132) mengemukakan beberapa
motivasi terjadinya manajemen laba:
1. Insentif Perjanjian
Banyak perjanjian yang menggunakan angka akuntansi. Misalnya
perjanjian kompensasi manajer yang biasanya mencakup bonus
berdasarkan laba. Perjanjian bonus biasanya memiliki batas atas dan
batas bawah, artinya manajer tidak mendapatkan bonus jika lebih
rendah dari batas bawah dan tidak mendapatkan bonus tambahan saat
laba lebih tinggi dari batas atas.
2. Dampak Harga Saham
Manajer dapat meningkatkan laba untuk menaikan harga saham
perusahaan sementara sepanjang satu kejadian tertentu seperti merger
yang akan dilakukan atau penawaran surat berharga, atau rencana untuk
menjual saham atau melaksanakan opsi. Manajer juga melakukan
perataan laba untuk menurunkan persepsi pasar akan resiko dan
menurunkan biaya modal. Salah satu insentif manajemen laba yang
terkait lainya adalah untuk melampaui ekspektasi pasar.
3. Insentif lain
Laba seringkali diturunkan untuk menghindari biaya politik dan
penelitian yang dilakukan badan pemerintah, misalnya untuk ketaatan
undangundang anti monopoli dan IRS. Selain itu perusahaan dapat
menurunkan laba untuk memperoleh keuntungan dari pemerintah,
misalnya subsidi atau proteksi dari pesaingasing. Perusahaan juga
menurunkan laba untuk mengelakan permintaan serikat buruh. Salah
satu insentif manajemen laba lainya adalah perubahan manajemen yang
sering menyebabkan big bath. Alasannya terjadi big bath adalah
melemparkan kesalahan kepada manajer yang berwewenang sebagai
tanda bahwa manajer baru harus membuat keputusan tegas untuk
memperbaiki perusahaan, dan yang terpenting adalah memberikan
kemungkinan dilakukannya peningkatan laba dimasa depan
