Manajemen Laba (skripsi dan tesis)

Mengutip pendapat SchipperP yang dimuat dalam buku karangan Subramanyam (2010), menyatakan bahwa definisi manajemen laba sebagai berikut: “Earning Management can be defined as the “purposeful intervention by management in the eraning determination process, usually to satisfy selfish object” Maksud dari definisi tersebut, yaitu manajemen laba dapat didefinisikan sebagai intervensi manajemen dengan sengaja dalam proses penentuan laba, biasanya untuk memenuhi tujuan pribadi. Menurut Sulistyanto (2008:6) mendefinisikan manajemen laba sebagai berikut: “Manajemen laba adalah upaya manajer perusahaan untuk mengintervensi atau mempengaruhi informasi-informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan”. Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa manajemen laba adalah penyusunan laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen untuk ditujukan kepada pihak eksternal dengan cara memanipulasi laporan laba dengan tujuan menciptakan kinerja perusahaan agar terkesan lebih baik dari yang sebenarnya dan untuk memperoleh beberapa keuntungan pribadi. Rekayasa laba dilakukan oleh manajer atau penyusun laporan keuangan karena mereka mengharapkan suatu manfaat dari tindakan yang dilakukan. Rekayasa laba dapat memberikan gambaran tentang perilaku manajer dalam melaporkan kegiatan usaha pada suatu periode tertentu, yaitu adanya kemungkinan motivasi tertentu yang mendorong mereka untuk merekayasa data keuangan. Rekayasa laba mendorong semacam ini memiliki dampak negatif terhadap kualitas laba karena dapat mendistorsi informasi yang terdapat dalam laporan laba rugi. Perlu dicatat bahwa rekayasa laba juga tidak selalu dikaitkan dengan upaya memanipulasi data atau informasi akuntansi, tetapi cenderung pemilihan metode akuntansi yang diperkenankan menurut standar akuntansi. Istilah earning management menarik perhatian karena sering dihubungkan dengan perilaku manajer atau para pembuat laporan keuangan. Sekilas, tampak bahwa rekayasa laba berhubungan erat dengan tingkat perolehan laba, (earning) atau kinerja perusahaan. Hal tersebut karena tingkat laba yang diperoleh dikaitkan dengan kinerja manajemen. Manajer seringkali berperilaku seiring dengan bonus yang akan diperoleh, jika bonus yang akan diperoleh tergantung pada laba yang dihasilkan, maka manajer akan melakukan rekayasa akuntansi dengan meningkatkan laba.