Tingkat Hutang (skripsi dan tesis)

Investor cenderung akan memiliki pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan dengan tingkat hutang yang tinggi bila ada perusahaan tersebut peristen atau sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan berkelanjutan (Kusuma dan Sadjiarto, 2014). Menurut Supadmi dan Putri (2016), tingkat hutang didefinisikan sebagai rasio total hutang dibagi total aktiva untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, kebijakan utang merupakan salah satu alternatif untuk pendanaan perusahaan selain menjual saham di pasar modal (modal ekuitas). Besarnya tingkat hutang perusahaan akan menyebabkan perusahaan meningkatkan persistensi laba dengan tujuan untuk mempertahankan kinerja yang baik di mata kreditor dan auditor. Penelitian sebelumnya mengenai pengaruh tingkat hutang terhadap persistensi laba oleh Fanani (2010) dengan hasil tingkat hutang berpengaruh positif terhadap persistensi laba. Hal yang sama juga dihasilkan oleh Junawatiningsih dan Harto (2014). Sedangkan menurut Fahrurrozie dan Kasiono (2016) bahwa tingkat hutang berpengaruh negatif terhadap persistensi laba.