Pengaruh Leverage Terhadap Manajemen Laba (skripsi dan tesis)

Leverage adalah perbandingan antara total kewajiban dengan total aset perusahaan. Rasio ini menunjukkan besarnya besar aset yang dimiliki perusahaan yang dibiayai dengan hutang. Hasil penelitian (Mamedova, 2008, dan Oktovianti dan Agustia, 2012 dalam Dimas Adriansyah, dkk, 2018) yang menyatakan bahwa leverage perusahaan berpengaruh terhadap praktek manajemen melakukan earnings management. Dalam teori keagenan, semakin dekat perusahaan dengan pelanggaran perjanjian utang yang berbasis akuntansi, lebih memungkinkan manajer perusahaan untuk memilih prosedur akuntansi yang memindahkan laba yang dilaporkan dari periode masa datang ke periode saat ini (Watts and Zimmerman, 1986 dalam Dian Agustia, 2013). Rasio leverage menggambarkan sumber dana operasi yang digunakan perusahaan dan menunjukkan risiko yang dihadapi perusahaan berkaitan dengan utang yang dapat digunakan untuk memprediksi keuntungan yang diperoleh investor dalam perusahaan. Menurut (Agustia, 2013 dalam Dimas Adriansyah, dkk, 2018) leverage berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Apabila leverage suatu perusahaan tinggi perusahaan cenderung akan melakukan manajemen laba untuk bertahan dari pelanggaran perjanjian utang dengan melaporkan laba lebih tinggi untuk menjaga kredibilitasnya di mata kreditor (Fioren Asitalia, Ita Trisnawati, 2017). Menurut (Agustia, 2013 dalam Dimas Adriansyah, 2018), perusahaan yang mempunyai leverage yang tinggi, berarti proporsi hutangnya lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi asetnya, dan juga akan cenderung melakukan 22 manipulasi dalam bentuk manajamen laba.