Pada dasarnya, hubungan atau terkoneksi politik yang terjalin disebuah perusahaan akan memengaruhi bisnis tersebut. Dampak terhadap perusahaan itu pula akan dirasakan dalam jangka waktu tertentu. System politik pada perusahaan yang ada juga berubah sebagai respon terhadap adanya perubahan politik di Negara tersebut (Harymawan 2016). Perubahan yang terjadi akan memberikan dampak terhadap kebijakan yang telah dianut oleh perusahaan yang akan merubah keputusan politik perusahaan dengan menyesuaikan keadaan yang ada. Sehingga diperlukannya strategi dalam adanya hubungan politik yang merupakan salah satu langkah yang dapat diambil agar perusahaan mampu memperoleh serta mengembangkan kekuasaannya yang nantinya akan berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh perusahaan, sehingga kualitas laba yang diperoleh perusahaan dapat meningkat. Hubungan atau koneksi politik yang terjalin di perusahaan adalah suatu hal yang perlu diperhatikan oleh manajer agar mendapat kekuatan yang dapat mendorong hubungan yang menguntungkan bagi perusahaan tersebut (Kim & Zhang 2015). Seperti halnya para politikus yang bergabung didalam sebuah perusahaan yang dapat memudahkan dalam kontribusi untuk kepentingan perusahaan dan para eksekutif muda pula sering dibebani dalam hal penulisan undang-undang yang diserahkan untuk pihak legislative yang akan memengaruhi kebijakan dalam merancang peluang bisnis agar perusahaan dapat memperluas jangkauannya. Sehingga hal tersebut dapat memengaruhi laba perusahaan yang akan membuat kualitas laba dalam perusahaan meningkat dan juga para investor tertarik untuk berinvestasi kepada perusahaan yang tertuju.
