Volatilitas Arus Kas (skripsi dan tesis)

PSAK No 2, paragraf 5 (IAI, 2009) memberikan definisi bahwa arus
kas merupakan arus masuk dan arus keluar atau setara kas (investasi yang
sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat
dijadikan kas dalam jumlah tertentu dengan menghadapi risiko perubahan nilai
yang signifikan). Lebih lanjut yaitu bahwa tujuan informasi arus kas adalah
memberi informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu
perusahaan melalui laporan arus kas yang menklasifikasikan arus kas
berdasarkan aktifitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama
suatu periode akuntansi.
Ada 2 jenis arus kas di dalam suatu perusahaan, yaitu :
1. Arus kas masuk, yang berasal dari sumber eksternal (dari pemilik,
penanaman modal, penjualan penyertaan dan pinjaman dari bank),
sedangkan dari sumber internal (adanya pemanfaatan aktiva tetap,
penjualan aktiva tetap, persediaan, dan lain-lain).
2. Arus kas keluar, penggunaan eksternal (membayar kewajiban) dan
penggunaan internal (kas untuk memperoleh aktiva tetap, persediaan
investasi untuk ekspansi usaha).
Menurut Suwardjono (2014) secara umum manfaat laporan arus kas
(statement of cash flow) adalah melaporkan penerimaan kas, pembayaran kas,
dan perubahaan bersih pada kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan selama satu periode. Informasi dalam laporan arus kas dapat
membantu para investor, kreditor, dan pihak lainnya menilai hal-hal berikut :
1. Kemampuan entitas untuk menghasilkan arus kas di masa depan
Tujuan utama dari pelaporan keuangan adalah memberikan
informasi yang akan memungkinkan untuk memprediksi jumlah, waktu,
dan ketidakpastian arus kas di masa depan. Dengan memeriksa hubungan
antara pos-pos seperti penjualan dan arus kas bersih dari kegiatan operasi,
atau arus kas bersih dari kegiatan operasi serta kenaikan atau penurunan
kas, maka dimungkinkan untuk membuat prediksi yang lebih baik atas
jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas di masa depan, dibandingkan
dengan jika menggunakan data dasar akrual.
2. Kemampuan entitas untuk membayar dividen dan memenuhi
kewajibannya
Secara sederhana, kas adalah hal yang penting. Jika perusahaan
tidak mempunyai kas yang cukup, maka gaji karyawan tidak dapat
dibayar, hutang tidak dapat dilunasi, dividen tidak dapat dibayar, dan
peralatan tidak dapat dibeli. Laporan arus kas menunjukkan bagaimana kas
digunakan dan dari mana kas itu berasal. Karyawan, kreditor, pemegang
saham, dan pelanggan memiliki kepentingan dengan laporan ini karena
menunjukkan arus kas yang terjadi dalam perusahaan.
3. Penyebab perbedaan antara laba besih dan arus kas bersih dari kegiatan
operasi
Angka laba bersih merupakan hal yang penting, karena
memberikan informasi tentang keberhasilan atau kegagalan sebuah
perusahaan bisnis dari suatu periode ke periode lainnya. Namun beberapa
orang telah menyatakan kritik atas laba bersih menurut dasar akrual karena
harus membuat estimasi untuk mendapatkan angka laba bersih sering
diragukan. Hal ini tidak akan terjadi dengan kas. Jadi, seperti yang telah
dipaparkan sebelumnya, para pembaca laporan keuangan akan
mendapatkan manfaat dengan mengetahui penyebab perbedaan antara laba
bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi. Kemudian mereka dapat
menilai reliabilitas angka laba itu.
4. Transaksi investasi dan pembiayaan yang melibatkan kas dan nonkas
selama satu periode
Dengan memeriksa kegiatan investasi perusahaan (pembelian dan
penjualan aktiva selain dari produknya) dan kegiatan pembiayaan
(peminjaman dan pelunasan pinjaman, investasi oleh pemilik, dan
distribusi kepada pemilik), seorang pembaca laporan keuangan dapat
memahami dengan baik mengapa aktiva dab kewajiban bertambah atau
berkurang selama satu periode.