Kualitas Laba (skripsi dan tesis)

Menurut (Prayasa, 2012) kualitas laba adalah ketepatan dari informasi laba yang berasal dari sistem pelaporan keuangan perusahaan, dengan adanya informasi laba yang dilaporkan oleh perusahaan maka digunakan sebagai alat untuk menunjukkan adanya hubungan antara informasi laporan keuangan saat ini dengan kinerja perusahaan dimasa yang akan datang. Selain itu kualitas laba didefinisikan sebagai tingkat hubungan antara perusahaan secara akuntansi dan secara ekonomis, sehingga laporan keuangan perusahaan juga harus dapat menceminkan kondisi perekonomian perusahaan yang sebenarnya. Kualitas laba sendiri merupakan tingkat perbedaan antara laba bersih yang dilaporkan dengan laba yang sesungguhnya terjadi, laba yang berkualitas tentunya akan menceminkan kinerja perusahaan yang sebenarnya tanpa adanya manipulasi seperti praktik manajemen, sehingga laba yang tidak mencerminkan kinerja perusahaan akan menjadi tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Menurut (Iglesias & Andriana, 2017) Selama ini tidak ada ukuran yang pasti atau tepat untuk mengukur seberapa besar kualitas laba dari suatu laporan keuangan, yang ada hanya merupakan pendekatan yang digunakan untuk memproksi kualitas laba tersebut. Tinggi rendahnya kualitas laba tersebut dapat ditentukan berdasarkan apabila tingkat gangguan persepsi pada laba akuntansi sangat kecil atau bahkan tidak ada, maka dapat dikatakan laba akuntansi tersebut berkualitas. Jika semakin besar gangguan persepsi tersebut maka kualitas laba semakin rendah. Gangguan persepsi dalam laba akuntansi tersebut timbul karena transitory events atau penerapan konsep akrual. Menurut (Wati, 2017) kualitas laba adalah laba yang secara tepat dan akurat menggambarkan keuntungan operasional perusahaan dan tentunya mencerminkan kelanjutan laba di masa yang akan datang yang mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang aktual, yang dapat diukur berdasarkan pada hubungan laba-kas-akrual dengan berbagai ukuran : rasio arus kas operasi dengan laba, perubahan total akrual, estimasi abnormal, diskretionary accruals (akrual abnormal/DA), dan estimasi hubungan akrual-kas. Kualitas laba digunakan sebagai pusat informasi dari segala hal informasi yang dihasilkan oleh perusahaan, informasi ini sangat penting karena sebagai pengambilan keputusan bagi investor karena laba yang berkualitas adalah laba yang tidak menyesatkan bagi pemakai laporan keuangan, maka dari itu laba yang disajikan harus benar-benar laba yang sebenarnya terjadi. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas laba dapat mencerminkan kelanjutan laba perusahaan dimasa yang akan datang. Kualitas laba dapat dilihat dari bagaimana arus kas operasional perusahaan dan merupakan pusat informasi yang dibutuhkan oleh investor karena berdasarkan kualitas laba yang dilaporkan perusahaan dapat terlihat bagaimana kinerja perusahaan yang sesungguhnya.