Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laba (skripsi dan tesis)

Konsep kualitas laba berhubungan dengan teori keagenan (agency theory). Teori keagenan menjelaskan mengenai dua pihak yang memiliki kepentingan yang berbeda, yaitu prinsipal dan agen. Prinsipal adalah pihak yang memberi kontrak atau pemegang saham, sedangkan agen adalah pihak yang menerima kontrak dan mengelola dana prinsipal. Kedua pihak ini memiliki kepentingan yang berbeda, prinsipal cenderung menginginkan perusahaannya terus berjalan (going concern) dan mendapatkan return yang sebesar-besarnya dan secepatnya atas investasi yang telah dilakukan sehingga menuntut agen untuk selalu mendapatkan laba yang tinggi, sedangkan agen cenderung untuk berusaha mempertahankan jabatannya dan mendapatkan kompensasi yang tinggi atas kinerjanya, sehingga agen akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan laba yang tinggi meski sering kali menggunakan tindakan yang tidak etis dengan melakukan manajemen laba (earnings management). Manajemen laba yang dilakukan agen dapat menyebabkan turunnya kualitas laba dan nilai perusahaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba diantaranya adalah mekanisme corporate governance (komite audit, komisaris independen, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial), persistensi laba, alokasi pajak antar periode, struktur modal, leverage, ukuran perusahaan, investment opportunity set, pertumbuhan laba dan likuiditas. Dari beberapa variabel tersebut, peneliti mengambil variabel leverage, ukuran perusahaan, investment opportunity set, pertumbuhan laba dan likuiditas sebagai penelitian, untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel tersebut terhadap kualitas laba. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai teori dan variabel yang berhubungan dengan kualitas laba.