Kualitas Laba (skripsi dan tesis)

Laba merupakan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan baik internal maupun eksternal perusahaan untuk melihat kinerja perusahaan. Laba dapat menjadi indikator untuk mengukur kinerja operasional perusahaan dan juga dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan bisnis dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan perusahaan. Informasi laba berguna bagi pengambilan keputusan di masa mendatang seperti untuk keputusan investasi maupun keputusan pemberian pinjaman. Pengguna laporan keuangan seperti kreditor dan investor menilai kinerja perusahaan untuk memprediksi ernings power di masa mendatang dengan dasar melihat laba yang dilaporkan (Siallagan dan Machfoedz, 2006:2). Pengguna laporan keuangan membutuhkan kualitas laba atau kualitas pelaporan keuangan perusahaan untuk membuat kontrak dan keputusan berinvestasi (Bandi, 2007:9). Laba yang berkualitas adalah laba yang sesungguhnya tanpa adanya manajemen laba di dalam informasi laba, laba seperti itu yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan kedepannya. Adanya praktik manajemen laba yang dilakukan pihak manajemen akan mengakibatkan kualitas laba dari pelaporan keuangan menjadi rendah (Siallagan dan Machfoedz, 2006:7). Laba merupakan bagian dari laporan keuangan perusahaan, apabila laba tidak dapat menunjukkan keadaan yang sebenarnya dan menyebabkan salah pengertian tentang laba maka akan mempengaruhi kualitas (Widanarni dan Aida, 2006:3). Kualitas laba yang rendah mengakibatkan daya prediksi laba juga rendah. Kualitas laba menggunakan beberapa cara pengukuran, seperti dengan prediktabilitas. Kualitas laba dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kualitas laba berdasarkan akuntansi seperti kualitas akrual, persistensi, prediktabilitas dan smoothness, kemudian kualitas laba berdasarkan pasar seperti relevansi, konservatisma dan timeliness (Francis et al, 2004 dalam Francisca, 2009:3). Prediktabilitas laba didefinisikan sebagai kemampuan laba untuk memprediksi dirinya sendiri (Lipe, 1990 dalam Margani dan Meinarni, 2009). Prediktabilitas laba dapat mengurangi variabilitas dari perkiraan laba maka prediktabilitas merupakan salah satu bagian dari laba (Ralf dan Alfred, 2011:20). Prediktabilitas laba digunakan untuk mengukur laba bersih dan arus kas dimasa depan. Informasi laba yang berkualitas seharusnya memiliki kemampuan dari informasi laba untuk melakukan prediksi kedepan maupun ketepatan waktu agar laba memiliki kualitas yang relevan. Ukuran prediktabilitas laba yang pada umumnya digunakan yaitu akar dari varian residual dari persamaan persistensi. Prediktabilitas laba akuntansi dapat diukur dengan menggunakan variansi goncangan laba akuntansi (variance of earnings shock) dari laba akuntansi selama periode waktu tertentu (Lipe, 1990 dalam Margaretta, 2006:7). Prediktabilitas diukur dari akar varian error persamaan regresi presistensi. Dimana semakin besar nilai prediktabilitas laba maka semakin kecil kualitas laba, sebaliknya semakin kecil nilai prediktabilitas laba maka laba semakin berkualitas karena nilai prediktabilitas laba diperoleh dari error persamaan regresi, maka semakin kecil nilai error maka nilai prediktabilitas laba semakin baik