Teori sinyal membahas masalah asimetri informasi yang menunjukkan bagaimana asimetri ini dapat direduksi dengan lebih banyak informasi serta bagaimana mereka akan menyampaikan informasi itu, dan pihak yang menerima harus memilih cara untuk menginterpretasikan sinyal tersebut. (Morris, 1987) Menurut Connelly, Certo, Ireland, & Reutzel (2011) teori sinyal menjelaskan tentang bagaimana semestinya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan berupa informasi mengenai kinerja manajemen dalam mewujudkan keinginan pemilik. Manajemen akan mengungkapkan informasi yang mampu meningkatkan tingkat kredibilitas serta kesuksesan perusahaan meskipun informasi tersebut tidak termasuk dalam informasi yang diwajibkan. Berdasarkan teori sinyal yang dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa teori sinyal merupakan teori yang menyatakan perilaku manajer dalam mengkomunikasikan informasi tentang kondisi perusahaan melalui sinyal baik maupun buruk. Sinyal baik (kabar baik) ditandai dengan pelaporan keuangan yang tepat waktu dan perusahaan cenderung ingin segera menyampaikan kepada publik dengan harapan harga saham akan naik, sedangkan perusahaan yang cenderung tertutup kepada publik biasanya terlambat menyampaikan laporan keuangannya dan termasuk sinyal buruk (kabar buruk).
