Menurut Maurice Kendall (1953) dalbeam Samsul (2006) menyatakan bahwa
pola harga saham tidak dapat diprediksi (unpredictable) karena bergerak secara
acak (random walk) (Samsul,2002). Harga saham bergerak secara acak berarti
bahwa fluktuasi harga saham tergantung pada informasi baru (new information)
yang akan diterima, tetapi informasi tersebut tidak diketahui kapan akan
diterimanya sehingga informasi baru dan harga saham itu disebut unpredictable.
Apakah informasi bersifat buruk (bad news) ataukah kabar baik (good news).
Harga saham yang bergerak secara random merupakan kosekuensi yang dari
reaksi para investor yang saling berkompetensi untuk mendapatkan informasi baru
sebelum investor lain menemukan informasi tersebut untuk mengambil keputusan
dalam membeli atau menjual saham dipasar modal (Prasetyaningrum,2014).
Dengan kata lain teori ini menyatakan bahwa harga saham bergerak ke arah yang
acak dan tidak dapat diperkirakan. Akan tetapi tidak ada satupun pihak yang dapat
terus menerus menebak dengan benar harga saham pada esok hari, karena
informasi esok hari tidak dapat diketahui pada hari ini. Perkiraan harga saham
esok dapat dilakukan hari ini, namun tidak menjamin kebenarannya
(Samsul,2002).
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai teori random walk, dapat
disimpulkan bahwa random walk theory merupakan teori yang menjelaskan
bahwa harga saham bergerak secara acak (random) atau fluktuatif, tidak dapat
diprediksi tergantung pada informasi baru yang diterima. Menurut samsul (2002),
harga saham yang tidak dapat diprediksi (unpredictable) berarti bahwa fluktuasi
harga saham tergantung pada informasi baru (new information) yang akan
diterima, tetapi informasi tersebut tidak dapat diketahui kapan akan diterimanya.
Informasi yang diterima bisa berupa informasi baru (good news) dan informasi
buruk (bad news). Good news bisa berupa penjulan yang meningkat tajam,
penurunan suku bunga kredit, dan perluasan usaha (ekspansi). Penjualan yang
meningkat tajam yang berati kenaikan laba yang besar berpengaruh pula terhadap
kenaikan harga saham, sedangkan perluasan usaha (ekspansi) menjadikan
perusahaan tumbuh menjadi perusahaan yang besar sehingga akan mempengaruhi
kenaikan harga saham. Kenaikan harga saham hal inilah yang menjadi minat
investor untuk membeli saham perusahaan, jika permintaan saham tersebut
meningkat maka harga saham akan meningkat hal ini akan berpengaruh pada
return yang meningkat pula.
Bad news berarti bahwa informasi akan berdampak negatif terhadap harga
saham, yaitu bisa berupa kenaikan drastis tingkat suku bunga bank, kenaikan
drastis harga bahan bakar, kenaikan inflasi yang tajam, dan pabrik emiten yang
terbakar habis, selain itu harga saham juga dipengaruhi oleh analisis fundamental.
